INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal optimistis mampu mencapai target investasi sebesar Rp 9 triliun hingga akhir 2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Optimisme tersebut didukung oleh realisasi investasi yang telah mencapai sekitar Rp 6 triliun hingga pertengahan tahun, seiring sejumlah perusahaan baru yang bersiap memulai operasi.
Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, mengatakan capaian investasi maupun penyerapan tenaga kerja sejauh ini telah berada di jalur yang positif.
Menurutnya, target yang diajukan kepada Dewan Nasional KEK setiap tahun disusun berdasarkan proyeksi pertumbuhan kawasan dan perkembangan tenant.
"Untuk penciptaan lapangan pekerjaan, target kita sewaktu kita submit ke Dewan Nasional KEK adalah penambahan tenaga kerja sebanyak 12 ribu di tahun 2026. Dan yang sudah terealisasi itu 22 ribu," kata Juliani dalam acara Manufacture Check CNBC Indonesia bertema "KEK Kendal: Magnet Investasi Baru di Tengah Ketidakpastian Global" pada Jumat (17/7/2026).
Ia menambahkan, dari sisi investasi, capaian hingga Juli 2026 juga menunjukkan tren yang menjanjikan.
"Dan mengenai investasi, kita menargetkan khusus untuk tahun 2026 sebesar Rp 9 triliun. Dan yang sudah tercapai di angka Rp 6 triliun. Sementara saat ini masih di bulan Juli, masih ada beberapa waktu dan juga banyak sekali perusahaan yang akan beroperasional. Jadi dengan adanya hal tersebut, target realisasi Rp 9 triliun tersebut pasti akan tercapai," ungkap Juliani.

Optimisme tersebut sejalan dengan kinerja historis KEK Kendal yang menjadi salah satu kawasan ekonomi khusus dengan performa terbaik di Indonesia.
Berdasarkan laporan Sekretariat Dewan Nasional KEK, hingga akhir 2025 nilai investasi kumulatif di KEK Kendal telah mencapai Rp 187.05 triliun.
Sementara, dari sisi ketenagakerjaan, jumlah tenaga kerja kumulatif di proyeksi mencapai lebih dari 70 ribu pekerja dari 136 pelaku usaha usaha.
Dengan capaian ini menjadikan KEK Kendal sebagai salah satu KEK dengan serapan tenaga kerja terbesar di Indonesia.
Kinerja tersebut turut mengukuhkan posisi Kabupaten Kendal sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah.
Tingginya investasi industri di kawasan tersebut didorong oleh masuknya berbagai perusahaan manufaktur dunia berorientasi ekspor, mulai dari sektor elektronik, tekstil, furnitur, otomotif, hingga industri pendukung lainnya.
Sebagai informasi, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal merupakan kawasan industri terpadu seluas 2.200 hektar di Jawa Tengah, yang dikembangkan melalui perusahaan patungan antara PT Jababeka Tbk (KIJA) dari Indonesia dan Sembcorp Development Ltd dari Singapura.