Foto Kompas dan Karikatur Jawa Pos Raih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2018

Oleh : Herry Barus | Kamis, 10 Januari 2019 - 07:59 WIB

Anugerah Jurnalistik Adinegoro (Foto Dok Industry.co.id)
Anugerah Jurnalistik Adinegoro (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Foto yang diterbitkan Harian Kompas 24 September 2018 bertajuk “Kampanye Damai Jadi Pendidikan Politik” karya Dimitrius Wisnu Widiantoro dan Karikatur yang diterbitkan Harian Jawa Pos 25 Oktober 2018 bertajuk ‘’Hantu Pilpres 2019’’ karya Wahyu Kokkang berhasil meraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2018.

Demikian keputusan juri Kategori Jurnalistik Foto dan Kategori Jurnalistik Karikatur setelah  melalui debat yang panjang dan  alot dalam menetapkan pemenang pada Rabu, 9 Januari 2019 di Kantor PWI Pusat, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Sebagaimana diketahui, setiap tahun, dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memberikan Anugerah Jurnalistik Adinegoro untuk mengapresiasi karya jurnalistik kategori berita dalam foto dan karikatur, liputan berkedalaman (indepth reporting) di media cetak, serta features di radio, televisi, dan siber.

Rabu,  9 Januari 2019 kemarin, dua dari enam kategori Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2018 tersebut telah ditetapkan pemenangnya, Kategori Jurnalistik Foto dan Kategori Jurnalistik Karikatur. Tiap kategori hanya memunculkan satu (1) pemenang dengan hadiah sebesar Rp50 juta, trofi, dan piagam. Hadiah akan diserahkan pada acara puncak Hari Pers Nasional 2019, tanggal 9 Februari 2019 di Surabaya, Jawa Timur. 

Pemenang Kategori Jurnalistik Foto  

Sesuai  tema “Masyarakat Pers Mengawal Pemilu yang Demokrat dan Bermartabat”, foto jurnalistik berjudul “Kampanye Damai Jadi Pendidikan Politik” karya Dimitrius Wisnu Widiantoro di Harian Kompas pada 24 September 2018 menggambarkan dua kandidat presiden sedang menerbangkan merpati. 

Para juri yang terdiri dari Enny Nuraheni (Ketua Dewan Juri), Tagor Siagian, dan Melly Riana Sari sepakat bahwa foto-foto peserta Anugerah Jurnalistik Adinegoro kali ini lebih berkualitas dalam teknik, human interest, objektif, dan tepat sasaran.

Khususnya sang pemenang, “Dengan tema yang bisa jadi mengungkung kreativitas berkarya, tetap mampu menghadirkan tema yang objektif, dengan sentuhan human interest-nya, mengompilasi lingkungan objek yang bergerak dan situasi ketika pemotretan di mana dua kandidat hadir hingga pesannya sampai terbaca,” jelas  Enny Nuraheni, yang pernah menjadi pewarta foto di istana kepresidenan.

Senada dengan Enny, menurut Tagor Siagian, foto karya Wisnu Widi tersebut berhasil membawa semua pihak yang melihatnya serasa hadir di sana. “Saya percaya dia tahu persis agenda dan kelengkapan  acaranya, sehingga sudut pengambilan foto dari dia berdiri itu, posisinya benar dan mengcover semuanya. Ini profesional yang lengkap. Netral, objektif, dan mampu menghadirkan komposisi ‘damai’ itu dengan  sasaran bidik kamera yang tepat sehingga menghasilkan foto yang bagus berkualitas,” ujar Tagor, pewarta foto senior yang banyak memotret dunia olahraga, khususnya paralayang ini.

Melly Riana Sari, fotografer dan dosen fotografi, memaparkan  secara teknis memotret, pemenang Kategori Jurnalistik Foto bertajuk  “Kampanye Damai Jadi Pendidikan Politik” ini, terlihat sekali mampu menangkap ‘’Burung Merpati’’ lambang damai itu dengan lensa kamera. “Persisnya secara teknis, si pemotret dari Kompas ini tahu semua hal yang akan  dipublikasikannya sebagai karya teknik foto berkonsep dan bertematik. Jelasnya, si pemotret tahu lapangan, berkonsep dan tahu persis agenda yang digelar sesuai tema yang diusung kegiatan itu dan dia bidik dengan tepat visualisasinya secara teknik dengan tepat,” papar Melly Riana Sari.

Pemenang Kategori Jurnalistik Karikatur

Tentang karya  Wahyu Kokkang di Harian Jawa Pos 25 Oktober 2018 bertajuk ‘’Hantu Pilpres 2019’’ yang berhasil meraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2018, inilah komentar  para juri Kategori Jurnalistik Karikatur,  Dolorosa Sinaga (Ketua Dewan Juri), Agus Dermawan T, dan Gatot Eko Cahyono.

Menurut Dolorosa Sinaga, Dosen Institut Kesenian Jakarta dan Ketua Juri Anugerah Jurnalistik Adinegoro Kategori Jurnalistik Karikatur ini, karya Wahyu Kokkang merupakan sajian karikatur bertema dan mampu mengekspresikan kekinian yang terjadi di republik ini, yakni ancaman ‘hoaks’. Menyentuh tema, mengingatkan, mengedukasi masyarakat tentang situasi dan kondisi yang sudah meresahkan.

“Menghantui, mengancam dan mencerdaskan khalayak bahwa ancaman ‘hoaks’ tidak main-main. Perlu diwaspadai, bukan diabaikan, karena ada kondisi ini yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,’’ujar Dolorosa penuh semangat.

Sementara Agus Darmawan T mengaku bangga dengan semua karya yang masuk karena  sangat ekpresif kondisi sikon bangsa ini.

‘’Inilah Editorial Karikatur yang potensial sejak tahun 1950 di era Soekarno  dan harus dilegitimasi. Selain itu secara terus-menerus disosialisasikan dengan profesional yang didasari akar kebudayaan yang kuat di negeri ini. Hasil karya para kartunis hebat, kuat, dan mengawal sekali agenda demokrasi kita ke depan. Kompetisi ini berhasil karena konten yang diungkap para kartunis aktual, bertematik, edukasinya kental dan sekaligus menjadi media pengingat ancaman ‘hoaks’ yang bisa memicu bahaya ke depan,’’ urai Agus Dermawan yang mengusulkan adanya pendirian Lembaga Karikatur Indonesia yang bisa dipikirkan dan direalisasikan  PWI ke depan.

Gatot Eko Cahyono, juri lain yang juga kartunis,  mengaminkan usulan Agus Dermawan tersebut dan berharap lembaga atau institusi karikatur itu bisa jadi di bawah bidang Pendidikan kepengurusan PWI demi melegitimasi pelatihan-pelatihan editorial karikatur yang juga tergerus kemajuan teknologi hingga terpinggirkan tampilannya di media

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Desa Wisata

Minggu, 16 Juni 2019 - 12:30 WIB

Kemenpar Gandeng Udinus Latih Warga Temanggung Majukan Desa Wisata

Kementerian Pariwisata dan Universitas Dian Nuswantara Semarang memberikan pelatihan memajukan potensi daerah sebagai desa wisata baru pada warga Kelurahan Walitelon Utara Kecamatan Temanggung,…

Neta S Pane, IPW (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:56 WIB

Lima Alasan IPW Desak Polri Segera Menahan Komjen Purn Sofyan Jacob

Ind Police Watch (IPW) mendesak Polri segera menahan Sofyan Jacob. Jika Sofyan tidak hadir, Polri harus melakukan upaya jemput paksa dan segera menjebloskannya ke tahanan.

Harry Hikmat Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:45 WIB

Korban Bencana Alam Yang Jatuh Miskin Berpeluang Dapat PKH

Korban bencana alam yang jatuh miskin berpeluang menjadi penerima program keluarga harapan (PKH) baru . Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat menjelaskan korban bencana…

Shabrina Evaswantry Binti Novizar Swantry ( Nana) (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:36 WIB

Surat-Surat Wasiat Mendiang Nana ( Obituari Penderita Kanker)

“ For Everyone. PS : Sayang, tolong dibacakan setelah kuburku ditutup. Bacakan dengan ikhlas dan penuh syukur. Dont be sad,” itu tulisan pengantar dari surat “wasiat” almarhumah Shabrina…

Festival cabai

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:19 WIB

Menduniakan Cabai Melalui Festival Cabai

Tangerang - Pada perayaan acara Pehcun atau lomba perahu naga di Tangerang 15-16 Juni ini Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan Museum Tanah dan Pertanian Bogor dan Museum Benteng Heritage…