INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14556-14540. Laju Rupiah secara tren masih berada di sekitar area middle bollinger band namun, terlihat mulai menjauhi ke atas atau dengan kata lain Rupiah kian melemah. Penurunan ini dapat membuka peluang pelemahan kembali jika tidak adanya sejumlah sentimen yang dapat direspon positif.
"Pergerakan USD yang masih melemah dalam merespon sentimen internalnya diharapkan dapat menjadi pendorong Rupiah untuk tidak melemah lebih dalam. Meski demikian, tetap waspadai berbagai macam sentimen dan waspadai adanya sentimen yang dapat membuat laju Rupiah kembali melemah," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (26/12/2018).
Laju Rupiah kembali bergerak melanjutkan pelemahannya. Adanya pelemahan USD sebelumnya tampaknya tidak dapat dimanfaatkan Rupiah sehingga penurunan tidak dapat dihindari. Sebelumnya, sebagaimana yang telah dirilis The Fed menaikan suku bunga acuannya sebesar 25 bps ke kisaran 2,25%-2,50%. Selain itu, The Fed juga memproyeksikan dua kali penaikan suku bunga pada 2019 dan satu kali penaikan pada 2020. Pada saat yang bersamaan pelaku pasar melihat adanya potensi pelemahan pada ekonomi AS seiring masih adanya imbas perang dagang dan ditambah dengans sentimen _shutdown_ pemerintahan AS.
Secara sentimen membuat USD melemah. Akan tetapi, pelaku pasar terlalu bereaksi berlebihan atas rilis The Fed tersebut. Apalagi, tingkat imbal hasil obligasi AS tenor pendek cenderung meningkat dan suku bunga acuan BI juga tetap sehingga akhirnya berimbas pada pergerakan Rupiah.