INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Group membuka peluang untuk membeli sebagian besar atau 51% saham PT Sriwijaya Group.

Advertisement

Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, mengatakan, saat ini pihaknya tengah menunggu hasil kajian dari financial advisor untuk menemukan langkah terbaik bagi kedua belah pihak.

“Apakah kewajiban Sriwijaya kepada PT GMF AeroAsia bisa dikonversi menjadi saham atau bagaimana, kita tunggu saja hasil kajiannya,” ungkapnya pada Jumat (21/12/2018).

Advertisement

Mengutip keterangan tertulis Garuda awal November 2018, kerja sama operasi (KSO) ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air Group dalam memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuangan termasuk membantu Sriwijaya Air memenuhi komitmen-komitmen atau kewajibannya terhadap pihak ketiga yang di antaranya ada pada lingkungan Garuda Indonesia Group. 

“Oleh sebab itu, kita bantu restrukturisasi utang Sriwijaya. Kemarin, mereka bilang kalau per November ini performa kinerja keuangan sudah naik sekitar US$48 juta. Mudah-mudahan menguat terus,” tegasnya. 

Advertisement

Ia beralasan memilih Sriwijaya Group karena maskapai yang dimiliki oleh Chandra Lie sudah mempunyai standar keamanan yang hampir serupa dengan perseroan. Bahkan, Sriwijaya juga memiliki loyalty consumer sehingga bakal meningkatkan jumlah penumpang Garuda Group. 

Menyoal segmentasi maskapai penerbangannya, Garuda akan difokuskan untuk kelas atas, Sriwijaya diperuntukkan kelas menengah, Nam Air untuk books flights, serta Citilink untuk penerbangan berbiay murah. 

Advertisement

Sementara, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Muhammad Iqbal menambahkan, pada tahun ini Garuda akan mengoperasikan tiga pesawat. “Pada 21 Februari 2019, kita terbang rute Jakart-Timika-Balikpapan-Timika-Jakarta, serta Maret ke Hongkong dan Guangzhou,” tutur Iqbal.