INDUSTRY.co.id - Jakarta, Citra Pariwara, ajang apresiasi pelaku kreatif Indonesia kembali hadir tahun ini dengan tema ‘Menuju Masa Depan Dengan Kembali ke Makna Awal’, sebuah ajakan untuk seluruh pelaku kreatif dan periklanan untuk kembali pada fokus utama industri ini, yaitu great work that works.
Tahun ini Citra Pariwara akan menampilkan karya-karya terbaik dari 14 kategori antara lain, Print & Print Craft, Radio, Film, Out-of-Home, Direct Promotion, Non-Conventional, Integrated, Digital, Media, Design, Radio Craft, Film Craft, TV Stationserta kategori BG dan Daun Muda awards.
Tahun ini, juri-juri dalam Citra Pariwara merupakan tokoh-tokoh yang ahli dalam bidangnya baik dari lingkungan agensi periklanan maupun para pemimpin dalam perusahaan-perusahaan blue chip dunia.
Seiring dengan fokus pemerintah Indonesia untuk memajukan industri kreatif di Indonesia, P3I dan Citra Pariwara merayakan 31 tahun ajang kreatifitas ini dengan mengajak pelaku industri periklanan untuk kembali ke makna awal industri ini, yaitu purpose-driven creativityatau kreatifitas yang memberikan inspirasi dan value bagi bisnis dan masyarakat.
Anne Ridwan, Ketua Citra Pariwara 2018 dan CEO Ogilvy Indonesia mengatakan, pelaku industri periklanan merasakan tekanan bagi pelaku kreatif untuk dapat menghasilkan karya yang mumpuni, tidak saja penuh kreatifitas namun juga mendukung bisnis.
"Di tengah kejenuhan dalam berkreasi, satu hal yang paling penting untuk selalu diingat oleh pelaku industri, yaitu kembali ke asal. Kembali ke bagaimana great work memberikan kepuasan bagi pelaku industri ini," kata Anne di Jakarta (27/11).
Fokus Pemerintah Indonesia yang besar pada industri kreatif merupakan salah satu pendorong majunya atmosfir periklanan Indonesia. Beragam kreatifitas yang mengusung kebijakan lokal mulai dilirik oleh target utamanya, masyarakat.
Ricky Pesik dari Bekraf mengatakan, dibentuknya Bekraf adalah pertanda industri kreatif Indonesia digadang menjadi salah satu industri unggulan negeri ini.
Menurutnya, kreatif tidak hanya berupa kriya, namun strategi dan ide-ide kreatif turut memajukan perekonomian bangsa.
"Semakin banyaknya kaum muda yang memilih untuk menjadi pelaku kreatif mengembalikan kejayaan bangsa kita sebagai bangsa yang kreatif dan memiliki cita rasa budaya yang tinggi," ungkap Ricky.
Wirmandi Sugriat, Ketua Koordinator Penjurian mengatakan, tahun ini, para juri memiliki tugas yang berat dengan semakin meningkatnya ragam dan variasi karya yang masuk di Citra Pariwara.
"Dunia periklanan Indonesia sudah mampu bersaing dengan karya-karya pemenang penghargaan kelas dunia," terangnya.
Para juri Citra Pariwara 31 terpilih dari kalangan yang telah diakui keahliannya tidak saja dari jumlah penghargaan yang mereka dapatkan, namun dari kinerja mereka di perusahaan masing-masing.
Dengan kombinasi juri yang berasal dari pelaku industri dan pengambil keputusan di perusahaan-perusahaan ternama, para nominator dan finalis Citra Pariwara kali ini dapat dipastikan merupakan yang terbaik di bidangnya masing-masing.
Charlie Azis, Ketua P3I menyampaikan, sesuai dengan permintaan dari berbagai kalangan, kami mengemas Citra Pariwara tahun ini dengan sedikit berbeda.
"Kami tidak hanya fokus pada ajang kompetisi dan pameran kinerja, namun juga memberikan kesempatan bagi pelaku periklanan untuk belajar sesuatu yang berbeda," ungkap Charlie.
Tahun ini Citra Pariwara tidak hanya menyajikan penjurian, pameran dan penjurian seperti umumnya, namun juga menampilkan kelas-kelas MasterClass dimana para peserta dan pengunjung dapat memilih topik yang mereka inginkan.
Malam Anugrah Citra Pariwara 31 akan berlangsung Jumat 30 November 2018 di Episentrum, Jakarta Selatan.