INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi sebanyak 100 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif yang berasal dari beberapa sentra Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 20 pemasok Agen Pemegang Merek (APM).
Upaya ini bertujuan agar IKM dan industri besar bisa saling bersinergi sehingga menguntungkan kedua belah pihak.
"Kegiatan Link and Match IKM komponen otomotif dengan tier APM dan industri besar ini bertujuan agar dapat saling menggali informasi mengenai potensi pasar sehinggga dapat menjadi masukan bagi kami (Kemenperin) terkait kebutuhan pembinaan IK. Kedepannya," kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih saat membuka acara "Temu Bisnis IKM Komponen Otomotif dengan Tier APM" di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (27/11/2018).
Selain itu, tambah Gati, kegiatan ini juga menjadi sarana pertukaran informasi dan penjajakan pasar. Bukan hanya memberikan kesempatan bagi IKM dalam memperoleh akses pasar, tetapi juga bagi industri besar dalam memperoleh informasi mengenai kemampuan dan keberadaan calon mitra IKM.
"Kegiatan Link and Match diharapkan membawa kemajuan bagi perkembangan industri otomotif dalam negeri, dan khususnya didapatkan kemitraan yang saling menguntungkan antara tier APM dengan IKM," terangnya.
Menurut Gati, saat ini sudah cukup banyak IKM komponen otomotif yang telah bermitra dengan tier APM maupun industri besar.
Lebih lanjut, Gati berharap seluruh pihak dapat menindaklanjuti dalam kesepakatan untuk bermitra.
Direktur IKM Logam Mesin Elektronika dan Alat Angkut Kemperin Endang Suwartini mengatakan bahwa tujuan utama kemitraan ini untuk memperbaiki mindset terlebih dahulu.
“Jadi sebelum bermitra harus punya mindset atau budaya kerja yang bagus seperti yang diterapkan perusahaan-perusahaan otomotif yang di Jepang itu, arahnya ke sana,” ujarnya.
Sementara itu Kasubdit IKM Alat Angkut Ditjen IKM Irvan Kuswardana mengatakan, kegiatan ini menyasar IKM-IKM yang sudah mampu memproduksi komponen otomotif seperti sparepart otomotif.
“Biasanya IKM ini menjual di pasar after market. Harapannya selain menjual ke after market juga bisa menjual ke APM. Jadi ada rantai produksinya, dimana mereka akan memproduksi barang sesuai order dari tier APM-nya,” tutue Irvan.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara IKM komponen otomotif dengan industri besar. Perjanjian kerja sama ini terjalin antara industri besar dengan IKM yang menghasilkan komponen karoseri, teralis, alat berat, dan komponen kapal.
Dikesempatan yang sama juga dilakukan secara simbolis pemesanan pembelian produk oleh industri besar kepada IKM komponen otomotif.