INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Meski pergerakan pasar obligasi dalam negeri menguat namun, juga diikuti dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Pasca libur Thanksgiving, laju imbal hasil obligasi AS cenderung kembali menguat.
Analis Pasar Modal Reza Priyambada menyatakan pelaku pasar tampak mengantisipasi dirilisnya risalah pertemuan The Fed terkait dengan pandangan The Fed terhadap perekonomian AS ke depannya dan rencana untuk kembali menaikan suku bunganya. Tentunya kondisi ini dapat menghalangi peluang pasar obligasi dalam negeri untuk kembali menguat. Diharapkan senitmen positif masih dapat terjaga dan aksi jual yang terjadi tidak terlalu dalam.
"Meski demikian, tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," kata dia di Jakarta, Selasa (27/11/2018).
Masih berlanjutnya penguatan Rupiah memberikan sentimen positif pada pasar obligasi dalam negeri meski juga dibarengi dengan adanya aksi ambil untung. Pelaku pasar masih memanfaatkan sentimen positif dari penguatan Rupiah meski juga mencermati pergerakan imbal hasil obligasi AS jelang adanya rilis risalah pertemuan The Fed di pekan ini.
Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 0,23 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 0,55 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 0,83 bps.
Laju pasar obligasi cenderung bergerak naik. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 92,00% memiliki imbal hasil 7,78% atau turun 0,10 bps dari sebelumnya di harga 91,64% memiliki imbal hasil 7,88%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 92,355% memiliki imbal hasil 8,298% atau turun 0,001 bps dari sehari sebelumnya di harga 92,35% memiliki imbal hasil 8,30%.
Pada Senin (26/11), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,09 bps di level 108,78 dari sebelumnya di level 108,69. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,01 bps di level 104,85 dari sebelumnya di level 104,84. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,88% dari sebelumnya di level 7,92% dan US Govnt bond 10Yr di level 3,072% dari sebelumnya di level 3,048% sehingga spread di level kisaran 480,6 bps lebih rendah dari sebelumnya 487,3 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya variatif. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 9,52%-9,57%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,05%-10,08%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,55%-11,65%, dan pada rating BBB di kisaran 14,18%-14,32%.