Aturan Baru Label Susu Kental Manis Harus Lindungi Kesehatan Konsumen

Oleh : Ahmad Fadli | Sabtu, 17 November 2018 - 08:26 WIB

Koalisi Perlindungan Masyarakat (KOPMAS) bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyelenggarakan diskusi publik Menyoal PerBPOM No 31 Tahun 2018 Kemajuan ataukah Kemunduran Polemik Susu Kental Manis? pada Jumat (16/11) di gedung LBH Jakarta
Koalisi Perlindungan Masyarakat (KOPMAS) bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyelenggarakan diskusi publik Menyoal PerBPOM No 31 Tahun 2018 Kemajuan ataukah Kemunduran Polemik Susu Kental Manis? pada Jumat (16/11) di gedung LBH Jakarta

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional 2018, Koalisi Perlindungan Masyarakat (KOPMAS) bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyelenggarakan diskusi publik “Menyoal PerBPOM No 31 Tahun 2018 Kemajuan ataukah Kemunduran Polemik Susu Kental Manis?” pada Jum’at (16/11) di gedung LBH Jakarta.

 Hadir sebagai pembicara Direktur LBH Jakarta Arif Maulana, Kasubdit Peningkatan Mutu dan Kecukupan Gizi Kemkes Galopong Sianturi, SKM. MPH, Ketua UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K).

Ketua Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS) Arif Hidayat khawatir produsen memiliki interpretasi lain dalam memahami  kedua pasal tersebut. Apalagi saat ini pemerintah terlihat masih belum optimal mengatasi persoalan-persoalan kesehatan di masyarakat.

“Salah satu peran penting pemerintah dalam perlindungan kesehatan masyarakat adalah melalui kebijakan atau perundang-undangan. Namun sejauh ini, kami melihat masih terdapat celah-celah pelanggaran yang berpotensi merugikan masyarakat. Salah satunya terlihat pada upaya pemerintah mengatasi persoalan susu kental manis,” jelas Arif Hidayat.

Ketua UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K) mengatakan,  pada produk susu kental manis sudah tidak ada lagi kata susu,  tetapi pada label kemasan masih tertulis sajian untuk diseduh.  "Kalai dari kemasan produk dilihat di bagian depan sudah tidak ada kata susu,  tetapi di bagian belakang masih ditulis saran penyajian.  Ini yang perlu diluruskan.  Masyarakat harus minum gula? " imbuh Damayanti. 

Pratiwi, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH)  Jakarta mengatakan,  pada saat polemik susu kental manis mencuat, DPR telah meminta daftar produsen susu kental manis kepada BPOM tetapi hingga saat ini BPOM belum memberikan daftar tersebut. Ia menambahkan untuk masalah polemik susu kental manis sebenarnya sudah jelas peraturannya,  hanya saja implementasi dalam penindakan yang masih kurang.

 "Saat ini penindakan bagi produsen yang menyalahi aturan hanya mendapatkan hukuman berupa peringatan,  kemuadian larangan mengedarkan produk dan terakhir adalah penutupan pabrik (produksi).  Hanya saja,  penindakan bagi produsen yang melanggar belum maksimal. " kata Pratiwi.

Sebagaimana diketahui, polemik susu kental manis menjadi pembahasan publik setelah ditemukan sejumlah balita menderita gizi buruk akibat mengkonsumsi susu kental manis. Satu diantaranya, balita asal Kendari meninggal dunia di usia 10 bulan. Ketidak tahuan masyarakat serta persepsi yang sudah terbentuk di masyarakat melalui cara beriklan produk sehingga masyarakat beranggapan bahwa produk tersebut adalah susu yang dapat diberikan kepada anak menjadi penyebabnya.

Langkah BPOM menerbitkan kebijakan tersebut seharusnya menjadi langkah awal bagi edukasi kesehatan masyarakat, terutama mengatasi persoalan gizi ganda tersebut, stunting dan obesitas. Namun, hal itu akan terwujud bila ada kesadaran penuh dari produsen untuk segera menaati serta tidak lagi mempromosikan produk kental manis sebagai minuman susu.

Produsen harus dengan tegas mengatakan bahwa susu kental manis adalah produk yang hanya dapat digunakan untuk bahan tambahan dalam makanan atau topping. Jika regulasi sudah ada, namun produsen masih berpromosi semaunya, apalagi ada pembiaran, maka edukasi pola hidup sehat untuk masyarakat tidak akan optimal dan target pemerintah mewujudkan Generasi Emas 2045 juga tidak akan tercapai,” jelas Arif Hidayat.

 

Sebelumnya, dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional pada 12 November kemarin, masalah gizi ganda masih menjadi perhatian. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang baru saja di rilis oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya perbaikan status gizi pada balita di Indonesia. Proporsi status gizi sangat pendek dan pendek turun dari 37,2% (Riskesdas 2013) menjadi 30,8%. Demikian juga proporsi status gizi buruk dan gizi kurang turun dari 19,6% (Riskesdas 2013) menjadi 17,7%.

Namun yang perlu menjadi perhatian adalah adanya tren peningkatan proporsi obesitas sejak tahun 2007 sebagai berikut 10,5% (Riskesdas 2007), 14,8% (Riskesdas 2013) dan 21,8% (Riskesdas 2018). Riskesdas 2018 juga menunjukkan kenaikan prevalensi Penyakit Tidak Menular.

Berbagai upaya telah jamak dilakukan dalam rangka perbaikan status gizi tersebut. Edukasi pola hidup sehat gencar dilakukan, baik oleh Kementerian Kesehatan maupun pihak swasta dan komunitas masyarakat yang aktif mengedukasi. Kampanye gerakan masyarakat sehat (GERMAS), isi piringku serta batasi konsumsi gula garam lemak (GGL) aktif di gaungkan. Namun kenyataannya, persoalan gizi seolah jalan ditempat dengan menurunnya angka stunting namun meningkatkan prevalensi diabetes.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri BUMN RI Rini M. Soemarno (ketiga dari kanan) didampingi oleh Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (paling kanan) dan Direktur Human Capital Management Telkom Edi Witjara (kedua dari kanan) menyerahkan simbolis bantuan siswa berprestasi

Minggu, 21 Juli 2019 - 12:59 WIB

Telkom Berikan Bantuan CSR Peduli Pendidikan Nasional bagi Sekolah di Wilayah 3T

Jakarta – Sebagai bagian dari rangkaian peringatan 54 tahun PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Menteri BUMN Republik Indonesia Rini M. Soemarno didampingi Direktur Utama Telkom Ririek…

Agoda Mix and Save (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Juli 2019 - 12:00 WIB

Agoda “Mix and Save” Membantu Wisatawan Menemukan Penawaran Akomodasi yang Lebih Baik

Agoda, salah satu platform perjalanan digital yang paling cepat berkembang di dunia, hari ini meluncurkan fitur "Mix and Save"bagi para pelancong dengan budget terbatas. Fitur ini memungkinkan…

JPRMI Tingkatkan Pengkayaan Kemampuan Jurnalistik Video

Minggu, 21 Juli 2019 - 11:36 WIB

JPRMI Tingkatkan Pengkayaan Kemampuan Jurnalistik Video

Jaringan Pemuda & Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) bekerjasama dengan Tawaf TV DMI Adakan Pelatihan Video Jurnalistik Dasar di Centennial Tower, Sebagai bentuk pengkayaan keilmuan dan kemampuan…

Bank BRI. (Irvan AF/INDUSTRY.co.id)

Minggu, 21 Juli 2019 - 11:19 WIB

Bank BRI Garap Bisnis DPLK

Jakarta - Belum banyak orang yang mempersiapkan kebutuhan finansialnya di masa mendatang, terutama kebutuhan di hari tua saat usia tidak produktif lagi. Bank BRI sebagai salah satu lembaga keuangan…

Suzuki Jimny (Foto: Ridwan)

Minggu, 21 Juli 2019 - 10:30 WIB

Jimny, Mobil Legendaris dengan Segudang Cerita

Selama lebih dari 40 tahun berkiprah di Indonesia, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), berhasil meluncurkan produk yang melekat di hati masyarakat, salah satunya adalah Jimny.