Peringatan Cap Go Meh di Semarang Dijamin Bebas Babi

Oleh : Irvan AF | Sabtu, 18 Februari 2017 - 17:29 WIB

Pecinan Semarang. (Foto: Barcroft Media)
Pecinan Semarang. (Foto: Barcroft Media)

INDUSTRY.co.id, Semarang - Panitia Perayaan Cap Go Meh Semarang menegaskan tidak ada masakan babi, campuran babi, maupun sesajen dalam perayaan budaya yang bakal digelar di Balai Kota Semarang pada 19 Februari 2017.

"Kami hanya menyajikan lontong Cap Go Meh. Itu makanan berupa lontong sayur seperti kebanyakan," kata Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Tengah Dewi Susilo Budiharjo di Semarang, Sabtu (18/2/2017).

Sebagai penyelenggara, PSMTI Jateng juga akan mengundang sejumlah tokoh agama, seperti K.H. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Habib Luthfi bin Yahya, Bhante Dhammasubho Mahathera, Romo Aloysius Budi Purnomo, dan Marga Singgih.

Penegasan itu disampaikannya selaku penyelenggara menanggapi adanya berita-berita hoax di media sosial yang mempersoalkan perayaan Cap Go Meh itu, termasuk menyebutkan adanya makanan yang mengandung daging babi.

Dewi menjelaskan lontong Cap Go Meh merupakan sajian kuliner berupa lontong yang dipadukan dengan beberapa macam masakan, seperti sambal ati dan sayur lodeh yang merupakan kekayaan budaya khas nusantara, termasuk Semarang.

"Jadi, tidak mungkin ada campuran babi yang dimasukkan. Apalagi, kami mengundang banyak tokoh agama, seperti Habib Luthfi dan Gus Mus, serta rencana semula akan digelar di halaman Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang," katanya.

Maka dari itu, ia meminta masyarakat untuk tidak mempercayai informasi-informasi yang tidak benar di media sosial yang mungkin beredar mengenai perayaan Cap Go Meh itu, sekaligus mengundang masyarakat untuk menyemarakkannya.

Selain itu, Dewi menjelaskan perayaan Cap Go Meh yang diperingati setiap 15 hari setelah Tahun Baru Imlek oleh masyarakat Tionghoa merupakan hasil akulturasi budaya sehingga merupakan kegiatan budaya, bukan agama.

Romo Budi menambahkan pemberitaan hoax akhir-akhir ini memang banyak bermunculan, termasuk mengenai perayaan Cap Go Meh di Semarang karena ingin mengacau sehingga masyarakat jangan mudah untuk mempercayainya.

"Saya yakin tidak mungkin ada masakan mengandung babi di situ (Cap Go Meh Semarang, red.). Ini merupakan sikap hormat budaya yang kita junjung," tegas tokoh lintas agama yang dikenal piawai memainkan saksofon itu.

Sebelumnya, sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam beraudiensi dengan pengelola MAJT Semarang karena keberatan atas pelaksanaan perayaan budaya di tempat itu sehingga pengelola meminta panitia memindahkan lokasi acara.

Akhirnya, perayaan Cap Go Meh di Semarang yang sedianya dilangsungkan di halaman MAJT Semarang dipindahkan ke halaman Balai Kota Semarang, tanpa ada perubahan waktu, yakni tetap pada Minggu (19/2), mulai pukul 18.00 WIB.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Blockchain

Kamis, 18 April 2019 - 17:10 WIB

Jelajahi Pasar Blockchain Indonesia, TTC Gandeng Tokocrypto dan Infonesia

Blockchain proyek dari Singapura, TTC Foundation resmi bekerjasama dengan Tokocrypto dan Infonesia sebagai bagian dari strategi memasuki pasar Indonesia. Melalui kerja sama ini, TTC Foundation…

Fujitsu Indonesia

Kamis, 18 April 2019 - 16:06 WIB

Tahun 2019, Fujitsu Indonesia Bidik Pertumbuhan Usaha Hingga Double Digit

PT Fujitsu Indonesia optimis penjulan di tahun 2019 akan tumbuh mencapai double digit. Pasalnya, segmen pasar yang disasar oleh perusahaan masih mempunyai peluang yang cukup besar di Indonesia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melihat salah satu AMMDes

Kamis, 18 April 2019 - 15:10 WIB

Sejak Diluncurkan Agustus 2018, AMMDes Raih Banyak Pujian

Pengembangan Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) diapresiasi banyak pihak karena mampu memberikan beragam manfaat bagi kebutuhan masyarakat desa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah…

BNI Syariah. (Foto: IST)

Kamis, 18 April 2019 - 14:38 WIB

BNI Syariah Targetkan Pembukaan Rekening Online diakhir 2019

Jakarta - BNI Syariah menargetkan pembukaan rekening online di kuartal 4 2019. Pembukaan rekening online merupakan salah satu strategi yang dilakukan BNI Syariah untuk meningkatkan layanan di…

Mantan Napi Terorisme Sukses Kembangkan Koperasi di Pesantren-Pesantren

Kamis, 18 April 2019 - 14:11 WIB

Cerita Mantan Napi Terorisme Sukses Kembangkan Koperasi ke Pesantren-Pesantren

Koperasi Komunitas Mantan Narapidana teroris dan Gerakan Aktivis Radikal (Kontantragis) yang didirikan di Bandung pada 28 Oktober 2017 sukses memperluas pasar dengan produk unggulan kopi, sabun,…