INDUSTRY.co.id - Jakarta, Himpunan Kawasan Industri (HKI) bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar seminar nasional dengan tema "Mengintegrasikan Pembangunan Infrastruktur Dalam Konsep Kawasan Industri" di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (1/11).

Advertisement

Seminar yang secara resmi dibuka oleh Menteri Perindistrian Airlangga Hartarto tersebut diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan Indonesia Infrastructure Week (IIW) yang merupakan suatu agenda tahunan bertaraf internasional yang telah dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo, kemarin. 

Dalam sambutannya, Airlangga mengatakan, bahwa dalan kebijakan pembangunan industri nasional setidaknya ada beberapa prioritas yang dilakukan pemerintah antara lain, optimalisasi fasilitas fiskal dan nonfiskal, prioritas industri padat kerya berorientasi ekspor, pembangunan sumber daya manusia di sektor industri dan pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) nelalui program Making Indonesia 4.0.

Advertisement

"Hal ini lah yang kita dorong agar program Making Indonesia 4.0 dapat dilaksanakan guna mencapai target penambahan pertumbuhan ekonomi 1 - 2 persen, kemudian juga peningkatan penciptaan tenaga kerja," kata Airlangga. 

Tentunya, tambah Menperin, pengadaan infrastruktur baru seperti telekomunikasi menjadi bagian dari pengembangan industri 4.0. "Telekomunikasi ini tentu dikaitkan dengan pengembangan teknologi 5G, ini yang diperlukan. Bagi kawasan industri tidak hanya cukup dengan infrastruktur listrik, gas, kedepan yang namanya infrastruktur kabel optik menjadi hal yang utama untuk memasuki era revolusi industri keempat," terangnya. 

Advertisement

Ditambahkan Airlangga, dalam implementasi industri 4.0, kawasan industri logistik dan wharehouse itu menjadi bagian utama. Menurutnya, kedua sektor itu demand nya sangat tinggi. "Smart logistik menjadi bagian yang perlu diperhitungkan untuk meningkatkan kluster industri,"  imbuh Menperin.

Oleh karena itu, Menperin memberikan apresiasi kepada Himpunan Kawasan Industri (HKI) yang telah menggelar seminar ini. "Semoga dengan seminar ini dapat memberikan pemahaman terkait model pembangunan infrastruktur kawasan industri dalam menopang program Making Indonesia 4 0," tutur Airlangga. 

Advertisement

Sementara itu, Ketua Umum HKI Sanny Iskandar mengatakan, perkembangan Kawasan Industri dari waktu ke waktu terus menunjukan peningkatan.

"Saat ini kita sedang berupaya mengarahkan pengembangan Kawasan Industri ke luar Pulau Jawa, dengan harapan dapat memacu pertumbuhan hilirisasi industri di berbagai daerah terutama bagi daerah–daerah yang memiliki  potensi sumber daya alam baik yang berbasis pada agro maupun tambang," katanya. 

Berdasarkan Undang–Undang Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian, menciptakan kawasan industri menjadi suatu proyek nasional yang sangat strategis sebagai sarana untuk mempercepat realisasi investasi di sektor industri manufaktur dengan adanya ketentuan “perusahaan industri yang akan menjalankan industri wajib berlokasi di Kawasan Industri“.

Akan tetapi, lanjut Sanny, kawasan industri juga dituntut harus melakukan pengelolaan secara profesional baik pada aspek manajemen, infrastruktur dan fasilitas penunjang serta pengelolaan lingkungan hidup.

Sanny menjelaskan, sebagai pengembang dan pengelola kawasan industri, pihaknya menyadari bahwa tuntutan persaingan global semakin tajam yang harus kita hadapi.

"Untuk itu, konsep kawasan industri kedepannya harus mampu melakukan terobosan yang strategis untuk mampu bersaing dipasar global," imbuh Sanny. 

Menurutnya, kawasan industri modern dalam generasi ketiga ini dirancang sedemikian rupa agar memiliki infrastruktur dan fasilitas yang terintegrasi untuk membantu pengembangan dan operasional kebutuhan industri didalamnya.

"Peran serta pemerintah dan penyedia infrastruktur sangat diperlukan dalam penyusunan perencanaan pengembangan Kawasan Industri dengan keterpaduan rencana penyediaan infrastruktur didaerah seperti Pelabuhan, Listrik, Gas, Sumber Daya Air, Jalur Transportasi dan lain–lainya," tutur Sanny

Dengan begitu, tambah Sanny, akan terbentuk suatu suatu konektifitas infrastruktur wilayah dengan kawasan kndustri, "Disamping itu adanya kewajiban bagi pengembang kawasan industri untuk menyediakan berbagai fasilitas didalam kawasan industri yang dibutuhkan oleh investor," terangnya. 

Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan arahan dari Menteri Perindustrian khususnya yang terkait dengan program pemerintah dalam pengembangan revolusi industri 4.0 sebagai tantangan industri nasional menghadapi persaingan global. 

Diakhir sambutan, Sanny berharap semoga seminar ini akan membuahkan pemikiran yang dapat kita sumbangkan untuk kemajuan industri didalam negeri dan membawa manfaat yang besar bagi kita semua.