INDUSTRY.co.id - Jakarta, Sejumlah pegawai Kementerian Keuangan menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 pada Senin (29/10/2018) pagi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendatangi Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kedatangan Sri Mulyani guna mengkonfirmasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang membawa beberapa anggota Kementerian Keuangan.
"Jadi begini, saya hadir siang hari ini untuk mengecek langsung berita yang saya terima mengenai kecelakaan pesawat Lion Air. Karena kebetulan di dalam pesawat itu ada 20 dari jajaran kami (Kementerian Keuangan)," kata Menkeu Sri Mulyani.
"Kami tadi mendapatkan penjelasan dari ketua basarnas mengenai proses pencarian pesawat. Dan lokasi di mana ditemukan kemunkinan pesawat itu terjatuhnya," tambahnya.
Menurut Menkau, pihaknyabtelah mendapatkan berita yang pasti dari Basarnas terkait kecelakaan tersebut. Kami tetap berharap ada berita baik, meskipun nanti akan disampaikan oleh Ketua Basarnas atau Menteri Perhubungan," terang Menkeu.
"Saya sebagai Menteri Keuangan, karena ada 20 jajaran kami yang ada di dalam pesawat itu dan saya tahu masih ada beberapa dari Kementerian yang lain. Saya sangat concern dengan nasib dari tim kami," tuturnya.
Dijelaskan Sri Mulyani, tim kami ini adalah yang sabtu lalu menghadiri peringatan Hari Keuangan ke-72 di Jakarta.
"Jadi banyak dari staf kami yang walaupun mereka bertempat kerja di luar Jakarta namun sabtu lalu mereka biasanya menggunakan kesempatan untuk menengok keluarga dan sekaligus menghadiri peringatan hari uang ke 72. Jadi untuk senin ini mereka akan kembali lagi ke tempat tugas dari rumah masing-masing untuk menjalani tugas," jelas Menkeu.
Ditambahkan Menkeu, 20 jajaran kami yang berada dalam perjalanan bersama pesawat Lion Air JT-610 tersebut dari pegawai pajak, perbendaharaan, kekayaan negara yang memang bertugas di Pangkal Pinang dan berangkat tadi pagi, sehingga memang cukup banyak yang dari pegawai Kemenkeu.
"Jadi mereka memang sedang kembali menuju ke tempat tugas masing-masing dari sesudah mereka menghadiri Hari Uang ke-72 tahun di Jakarta maupun mereka biasanya menggunakan waktu itu untuk menengok keluarga mereka di Jakarta. Kita masih akan mengikuti perkembangannya, tentu terima kasih atas perhatian semua," tutup Menkeu.
Pesawat type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik operator Lion Air yang terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang dilaporkan telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 sekitar pukul 06.33 WIB.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E.
Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB. Pesawat sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar.
Pesawat yang membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 FA sampai saat ini telah hilang kontak selama kurang lebih 3 jam.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub saat ini tengah berkoordinasi dengan Basarnas, Lion Air selaku operator dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Perum LPPNPI untuk melakukan kegiatan pencarian dan penyelamatan terhadap pesawat JT 610.