INDUSTRY.co.id - Jakarta - Investor berharap bahwa perkembangan positif antara AS - Meksiko dapat meluas ke Kanada, Eropa, dan mungkin China. Optimisme ini terpaksa sirna ketika AS gagal mencapai kesepakatan dengan Kanada di hari Jumat.
Hussein Sayed, Chief Market Strategist FXTM mengatakan, Presiden Donald Trump mengancam bahwa apabila kesepakatan yang adil tidak tercapai, Kanada akan dikeluarkan dan apabila Kongres mengintervensi, ia akan menghentikan NAFTA.
"Trump juga mungkin memperburuk perang dagang apabila ia memutuskan untuk menerapkan tarif terhadap $200 miliar barang China," katanya di Jakarta, Selasa (4/9/2018).
Kata dia, ini bisa saja terjadi saat periode komentar publik berakhir pada hari Kamis. Beijing menyatakan akan membalas dengan tarif terhadap $60 miliar barang AS. Jika ini terjadi, hampir 85% barang AS yang dikirim ke China akan terkena tarif. Sementara itu, separuh dari impor China yang totalnya $505 miliar akan terpengaruh.
Shanghai Composite dan CSI300 merosot lebih dari 1% di hari Senin, dan walaupun valuasi mulai terlihat relatif murah, investor mungkin terus menjual saham China karena ketidakpastian mengenai keberlanjutan perang dagang dan dampaknya pada pertumbuhan ekonomi. Ini mungkin saat yang tepat untuk investor yang ingin memasuki value investing jangka panjang. Pasar juga mungkin akan melihat penurunan pada saham AS saat trading dimulai di hari Selasa karena selera risiko berkurang.
Data hari Senin menunjukkan bahwa sektor manufaktur China tumbuh dengan laju paling lambat dalam 14 bulan di bulan Agustus. PMI Manufaktur Caixin/Markit melemah ke 50.6 bulan lalu, karena order ekspor merosot selama lima bulan berturut-turut. Meninjau indeks PMI yang mengalami kontraksi, kita perlu melihat langkah apa yang diambil pembuat kebijakan untuk mendorong pertumbuhan.
"Di Eropa, investor juga akan mencari bukti apakah ketegangan dagang akan menekan data PMI final yang sedikit menguat bulan lalu di Jerman dan Prancis. PMI manufaktur Inggris akan menjadi sorotan utama investor, karena Pound merosot di bawah 1.3 terhadap Dolar," katanya.