Kementerian ESDM Tidak Anjurkan Penggunaan Kartu Hemat Energi dan Energy Saver

Oleh : Hariyanto | Senin, 03 September 2018 - 16:40 WIB

Xtra Card (ist)
Xtra Card (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Maraknya peredaran peralatan "Kartu Hemat Energi" dan "Energy Saver" yang diklaim sebagai alat yang bisa menghemat pembayaran rekening listrik atau token/stroom listrik, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P Hutajulu menegaskan tidak pernah mempromosikan atau mengajak masyarakat untuk menggunakan alat tersebut.

Jisman mengungkapkan, terdapat dua model peralatan yang diklaim dapat menghemat rekening listrik yang beredar di pasaran, yakni "Kartu Hemat Energi" yang berbasis batuan dengan merek antara lain Extra Card dan Genius, juga alat Penghemat Listrik/Energy Saver/Power Saver yang berbasis kapasitor/kondesor dengan merek antara lain Enter, Power Tech, Hannecs, Dragon Power, Save Trick, International SORJ, Power Plus, dan beberapa merek lainnya.

"Hasil pengujian penggunaan "Kartu Hemat Energi" oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) PT PLN (Persero) menunjukkan tidak adanya perubahan terhadap parameter tegangan, arus, energi dan harmonisa sebelum dan sesudah kartu tersebut ditempelkan ke alat listrik," ujar Jisman di Jakarta, Selasa (28/8/2018) lalu.

Begitupun hasil pengujian "Energy Saver" oleh Puslitbang PLN dan Laboratorium Pengukuran Listrik Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

"Energy Saver ini memang dapat memperbaiki faktor daya. Jadi kalau rumah tangga berlangganan PLN 2.200 VA, kalau faktor dayanya hanya 0,8 maka daya yang bisa digunakan di rumah itu hanya 1.760 Watt, tetapi kalau faktor dayanya mendekati 1 maka kita bisa menggunakan listrik di rumah itu sampai mendekati 2.200 Watt," ungkap Jisman.

"Energy saver ini tidak menurunkan rekening listrik, justru kalau digunakan tanpa perhitungan, maka dia akan menimbulkan pemborosan di rumah tangga tersebut, juga menimbulkan harmonik, gelombang yang tidak bagus, yang bisa merusak alat listrik yang lain," jelasnya.

Saat ini sebagian besar pemanfaatan listrik rumah tangga, antara lain kulkas, AC, dan pompa air, telah dilengkapi dengan kapasitor yang besarannya telah dihitung sesuai dengan kebutuhan untuk mempertahankan kualitas listrik. 

"Kedua model peralatan tersebut juga masih memerlukan pengujian yang menyeluruh terhadap kesesuaian standar keselamatan ketenagalistrikan," kata Jisman.

Jisman menghimbau kepada konsumen listrik agar bijak dan hati-hati dengan klaim alat penghemat listrik ini. Penghematan rekening listrik dapat dilakukan antara lain dengan menggunakan peralatan listrik yang hemat energi dan jangan lupa mematikan listrik apabila tidak diperlukan.

"Kami juga meminta kepada Produsen dan/atau Distributor agar berkoordinasi lebih dahulu dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan KESDM, terkait dengan keselamatan peralatan-peralatan yang diklaim dapat menghemat listrik tersebut," tandasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Senin, 18 November 2019 - 16:00 WIB

Kinerja Emiten Selama 9 bulan Rendah, Bahana Pangkas Proyeksi Indeks 2019

Hampir keseluruhan emiten yang sudah melantai di bursa efek Indonesia (BEI) telah melaporkan kinerja keuangan selama sembilan bulan tahun ini, beberapa emiten masih memperlihatkan kinerja positif,…

Industri mainan anak (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 18 November 2019 - 15:45 WIB

Kemenperin Bakal Rebut Pasar Mainan Anak di AS

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China menjadi peluang bagi industri mainan anak dalam negeri untuk memperluas pasar ekspor ke AS.

Mesin Setor Tarik (CRM) BCA Pecahkan Rekor MURI

Senin, 18 November 2019 - 15:30 WIB

Mesin Setor Tarik (CRM) BCA Pecahkan Rekor MURI

Berkat performa yang solid dan transformasi digital mutakhir yang dibangun, BCA diapresiasi melalui penganugerahan Rekor Muri sebagai ”Bank Swasta Nasional yang Memiliki Jumlah Mesin ATM Setor…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Senin, 18 November 2019 - 14:05 WIB

Sampai Akhir Tahun 2019, Kemenperin Bidik Ekspor Industri Aneka Tembuh USD 4,66 Miliar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan ekspor industri Aneka dalam negeri mampu mencapai 10 persen pada akhir tahun 2019.

Dermaga IPCC (Foto Istimewa)

Senin, 18 November 2019 - 13:21 WIB

Aktifitas Bongkar Muat Alat Berat, Spareparts IPCC Melambat

Jakarta - Belum sepenuhnya pulih sektor pertambangan, perkebunan, maupun infrastruktur membuat permintaan berbagai alat berat masih cenderung stagnan. Bahkan masih menunjukan pelemahan. Kondisi…