INDUSTRY.co.id - Jakarta - Setelah memperoleh hasil penjualan yang kurang memuaskan pada tujuh bulan pertama pada tahun 2018, PT Astra International Tbk (ASII) berupaya memperbaiki kinerja penjualan kendaraan roda empat dengan mengandalkan penambahan kapasitas produksi produk sport utility vehicle (SUV).

Advertisement

"Penambahan kapasitas produksi ini akan membuat konsumen tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan unit yang dibeli. Jadi inventory bisa diisi kembali," kata Head of Investor Relation Division PT Astra International Tbk, Tira Ardianti, Senin (27/8/2018).

Sejak awal tahun 2018, Astra tercatat telah meluncurkan 12 model terbaru dan empat model kendaraan yang diubah (revamped). Meskipun demikian, pangsa pasar Astra justru menurun dari 56% menjadi 48% sepanjang paruh waktu pertama tahun ini.

Advertisement

Pada periode Januari hingga Juli 2018, total penjualan mobil Astra hanya mencapai 323.350 unit, turun 6,7% dibanding pada periode yang sama tahun lalu yang bisa menyentuh 346.583 unit. Perseroan mulai optimistis dapat memperbaiki kinerja setelah penjualan melonjak dua kali lipat pada Juli lalu menjadi 54.867 unit.

Tira menilai, tergerusnya pangsa pasar dan turunnya penjualan dipicu oleh makin ketatnya persaingan di antara pabrikan. Bulan lalu, kapasitas produksi kendaraan jenis sport utility vehicle (SUV) Astra dinaikkan menjadi 13.000 unit per bulan, dari sebelumnya hanya 8.000 unit per bulan. 

Advertisement

"Ke depan dengan kapasitas yang sudah dinaikkan kami harapkan bisa mendorong penjualan," ungkap Tira.

Selain tambahan kapasitas produksi, produk terbaru Toyota Rush dan Daihatsu Terios akan menjadi andalan untuk menggenjot penjualan. 

Advertisement

"Permintaan terhadap keduanya cukup bagus. Kehadiran generasi baru di kelas SUV, akan mengoptimalkan penjualan kendaraan penumpang. Karena itu, Astra akan terus aktif mengikuti pameran dan menawarkan program promosi," katanya.(imq)