INDUSTRY.co.id -

Advertisement

Jakarta - PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) menyerahkan donasi sejumlah Rp53,5 juta untuk para korban bencana gempa bumi Lombok yang terjadi sejak awal Agustus 2018.

Dana kemanusiaan yang merupakan program dari Akseleran Peduli Lombok ini disalurkan melalui lembaga Palang Merah Indonesia (PMI) pusat untuk selanjutnya diberikan langsung kepada para korban bencana gempa Lombok.

Advertisement

Ivan Nikolas Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran, menyampaikan bahwa penyaluran donasi yang dilakukan oleh perseroan sebagai bentuk keprihatinan anak bangsa yang turut merasakan beban penderitaan terhadap sesama. Aksi sosial tersebut, kata Ivan, merupakan inisiatif perseroan dalam membantu meringankan penderitaan para korban bencana gempa Lombok.

Sebagai sesama anak bangsa, kami tidak bisa berdiam diri tanpa berbuat apa-apa. Meskipun dengan jumlah yang tidak terlalu besar, kami berharap aksi Akseleran Peduli Lombok ini mampu turut menggerakkan masyarakat lain atau perusahaan-perusahaan lain melakukan hal serupa demi meringankan penderitaan saudara-sadara kita yang tertimpa bencana gempa bumi Lombok, ujar Ivan di Kantor Pusat PMI, Jakarta, Jumat (24/8).

Advertisement

Menurut Ivan, aksi Akseleran Peduli Lombok merupakan rangkaian kampanye yang dilakukan dengan memberikan donasi senilai 1,5% dari total nilai penggalangan dana pinjaman yang berhasil terkumpul di platform Akseleran.selama periode 13-16 Agustus 2018. Dia pun menegaskan, donasi yang disalurkan sebesar Rp53,5 juta untuk korban bencana gempa bumi Lombok merupakan dana CSR Akseleran dan bukan berasal dari dana pinjaman yang users atau nasabah berikan.

Inisiatif kami melakukan kampanye Akseleran Peduli Lombok ternyata mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat, terbukti selama periode kampanye tersebut tercatat total nilai penggalangan dana pinjaman yang berhasil terkumpul mencapai sebesar Rp3,5 miliar. Ini juga menunjukkan bahwa bangsa kita masih memiliki tingkat solidaritas yang tinggi terhadap sesama, ungkap Ivan.

Advertisement