INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyatakan operasional jaringan kantor cabang di Nusa Tenggara Barat berjalan normal pascagempa berkekuatan tujuh Skala Ritcher pada Minggu (5/8) yang disusul ratusan gempa susulan.
"Walaupun ada kerusakan di beberapa titik pada kantor cabang BTN, tetapi pelayanan kepada nasabah tetap berjalan," kata Pjs Sekretaris Perusahaan Bank BTN Eko Waluyo di Jakarta, Kamis (9/8/2018)
Di NTB, ujar Eko, terdapat tujuh jaringan Bank BTN yang berupa Kantor Cabang, Kantor Cabang Syariah maupun Kantor Kas mengalami kerusakan akibat gempa. Kerusakan paling parah terjadi di Kantor Cabang Mataram, namun menurut Eko, operasional BTN tetap berjalan normal.
"Saat gempa mengguncang pada 5 Agustus, hanya Kantor Cabang yang berlokasi di Mataram saja yang sedikit terkendala, namun di lokasi lainnya seperti di Praya, Ampenan, Sumbawa tidak mengalami kerusakan sama sekali, sehingga dapat memberikan pelayanan secara penuh," ujar dia.
Eko memastikan Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BTN yang berada di 17 lokasi di Mataram, Praya, Mandalika, Cakrane dan Lombok Barat tetap dapat digunakan untuk bertransaksi normal.
Menurut dia, BTN juga menyiagakan Kantor Cabang Pembantu, yang berada di Jalan Airlangga, sebagai kantor darurat.
"Kami tetap siaga melayani nasabah, likuiditas kami cukup begitu juga dengan Sumber Daya Manusia dalam keadaan waspada gempa seperti saat ini," ujar Eko.
Terkait dengan debitur yang terdampak gempa, ujar Eko, masih dalam pendataan. BTN memiliki 16 ribu debitur di NTB dengan total komitmen pinjaman sekitar Rp2 Triliun. BTN juga menyiapkan opsi restrukturisasi kredit bermasalah untuk meringankan beban debitur. Pemilihan bentuk restrukturisasi dibuat tergantung besarnya kerusakan yang dialami debitur "Kami masih mengkalkulasi debitur yang mengalami musibah. Dalam rangka memitigasi risiko kredit bermasalah dan membantu debitur yang terkena dampak," ujarnya.
Gempa berkekuatan 7 SR terjadi di Lombok, NTB pada Minggu (5/8) lalu. Gempa tersebut dirasakan hingga ke Bali dan sebagian wilayah Jawa Timur Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu siang (8/8), sebanyak 131 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Selain itu, ratusan orang luka-luka dan ribuan orang mengungsi ke tempat yang aman.