INDUSTRY.co.id - Palu- Pemerintah pusat pada tahun anggaran 2018 mengalokasikan bantuan sarana produksi pertanian untuk mendukung pengembangan komoditas bawang merah di Provinsi Sulawesi Tengah di areal seluas 130 hektare.

Advertisement

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Trie Iryani Lamakampali di Palu, Kamis (9/8/2018) mengatakan, bantuan itu bertujuank meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman bawang merah di sejumlah daerah di provinsi itu.

Ia mengatakan, pengembangan bawang merah di Sulteng tidak dilakukan di semua kabupaten/kota di Sulteng.

Advertisement

Pada 2018i, pengembangan pertanian bawang merah di Sulteng hanya dilakukan di Kabupaten Poso, Tolitoli, Parigi Moutong, Sigi dan Kota Palu.

Bantuan dari Kementerian Pertanian melalui Ditjen Hortikultura tahun ini untuk Kabupaten Poso seluas 30 hektare, Tolitoli 20 hektare, Parigi Moutong 20 hektare, Kabupaten Sigi 30 hektare dan Kota Palu ibu kota Provinsi Sulteng seluas 30 hektare.

Advertisement

Ia mengatakan pemerintah pusat maupun provinsi menargetkan hasil produksi bawang merah pada 2018 ini bisa mencapai 20.894 ton.

Hasil produksi tersebut diharapkan diperoleh dari luas tanam 2.580 hektare dengan tingkat produktivitas 85,97 kualintal/hektare.

Advertisement

Sulteng, kata dia selama ini masih saja mendapatkan pasokan bawang merah dari luar daerah seperti selama ini dari Parepare, Sulsel.

Pada saat petani di Sulteng mengalami gagal panen dan atau produksi turun drastis, maka para pedagang terpaksa mendatangkan pasokan bawang merah dari provinsi tentangga itu.

Namun, saat panen raya berlangsung, justru sebagian hasil panen petani bawang di Sulteng diantarpulaukan ke daerah lain seperti Kaltim, Sulut dan Gorontalo.

Program pengembangan bawang merah kembali digencarkan di sejumlah daerah yang sangat cocok dan tahun ini di Lembah Palu, Sigi dan Kabupaten Poso yang selama ini sebagai sentra produksi tanaman hortikultura bawang merah, cabai dan sayur-mayur.

Harga bawang merah di tingkat pengecer di Kota Palu saat ini berkisar Rp25.000/kg. Harga bawang merah pernah naik tajam hingga mencapai Rp60.000/kg saat produksi petani menurun drastis akibat curah hujan tinggi di sentra produksi, Kabupaten Sigi dan Poso. (Ant)