INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membukukan laba bersih Rp632,52 miliar pada Januari-Juni 2018, atau tumbuh 39,5% dibandingkan di periode yang sama pada 2017 sebesar Rp453,40 miliar. Itu ditopang oleh peningkatan penjualan sebesar 36,83% menjadi Rp12,98 triliun per Juni 2018.
Tumiyana, Direktur Utama WIKA, mengemukakan, peningkatan kinerja Perseroan antara lain dipengaruhi oleh keberhasilan dalam mengerjakan proyek strategis nasional.
“Proyek strategis nasional yang dikerjakan WIKA berjalan sesuai rencana, termasuk LRT yang akan digunakan untuk mobilisasi atlet Asian Games 2018 dan Tol Balikpapan – Samarinda yang ditargetkan selesai pada akhir 2018,” jelas Tumiyana di Jakarta, Kamis (02/08/2018).
Di samping itu, demikian Tumiyana, perseroan memiliki kondisi keuangan yang sangat sehat. Dengan posisi kas dan setara kas sebesar Rp9,93 triliun dan total modal sebesar Rp14,97 triliun, di mana total utang berbunga hanya sebesar Rp14,18 triliun, maka gross gearing ratio dan net gearing ratio perseroan masing-masing hanya sebesar 0,95 kali dan 0,28 kali.
“Itu menunjukkan bahwa kemampuan keuangan kita masih jauh di atas utang kita, di mana perbankan mensyaratkan batas rasio utang berbunga Perseroan sebesar maksimum 2,5 kali, kita 1 kali pun belum sampai,” tukas Tumiyana.
WIKA Bangun Tol Laut
Perseroan juga meraih kinerja operasional Perusahaan yang tinggi dengan raihan kontrak baru sebesar Rp20,56 triliun hingga akhir Juni 2018. Kontribusi terbesar datang dari sektor infrastruktur dan industri dengan nilai kontrak sebesar Rp15,21 triliun dan Rp4,44 triliun.
Sementara itu, sektor energy and industrial plant serta sektor properti menyumbang kontrak baru masing-masing bernilai Rp552,88 miliar dan Rp354,20 miliar. Daftar kontrak baru WIKA pada 2018 telah diisi oleh sederetan proyek yang akan mendukung pembangunan tol laut termasuk pembangunan flyover menuju terminal Teluk Lamong, pembangunan pelabuhan Kijing di Pontianak, Dermaga Pelabuhan Bagendang dan Dermaga Multipurpose Pelabuhan Bumiharjo serta Pelabuhan Patimban fase I, Jawa Barat.
WIKA bersama konsorsium Penta Ocean Construction Co.Ltd, TOA Corporation, Rinkai Nissan Construction dan PTPP dipercaya membangun Pelabuhan Patimban senilai Rp6,24 triliun.
Hal ini menandai peran WIKA dalam mendukung alur perdagangan karena lokasi pelabuhan yang berdekatan dengan pusat industri Cikarang yang rencananya akan diintegrasikan dengan Bandara Kertajati, Jawa Barat.
WIKA Lakukan Penetrasi Pasar Infrastruktur di ASEAN-Afrika
Selain didukung oleh berbagai proyek di dalam negeri, lonjakan kinerja operasional perseroan juga meningkat dengan semakin dipercayanya WIKA untuk mengerjakan proyek di luar negeri.
Itu terbukti dari banyaknya kontrak baru yang diperoleh WIKA di berbagai proyek mancanegara. Perseroan dipercaya untuk membangun Clarin Bridge di Bohol, Filipina, Limbang Bridge di Serawak Malaysia, 1.400 unit rumah di Aljazair, hingga Kompleks Istana Kepresidenan Republik Niger.
Raihan kontrak Perseroan di luar negeri berpeluang semakin meningkat setelah kunjungan Wakil Perdana Menteri Kedua dari Republik Uganda, Y.M. A.M. Kirunda Kivejinja ke kantor WIKA, Kamis (26/07/2018).
Dalam kunjungannya, Kirunda Kivejinja menawarkan WIKA sebagai wakil Indonesia untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur di negara subSahara tersebut. “Kami akan terus mengevaluasi penawaran dari Niger dengan fokus pada pekerjaan infrastruktur seperti jalan, jembatan dan perumahan. Potensi keterlibatan WIKA sesuai program pemerintah RI yang mendukung pembangunan infrastruktur di Afrika,” pungkas Tumiyana. (Abraham Sihombing)