INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kereta api barang milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) dinilai bisa menjadi solusi bagi rantai distribusi logistik nasional. Angkutan barang, salah satu bisnis utama yang dijalankan oleh PT KAI di Pulau Jawa dan Sumatera.

Advertisement

Kereta api barang bisa mengurangi beban jalan raya, beroperasi di jalurnya sendiri, membuat angkutan barang  menjadi bebas hambatan, jadwal dan waktu yang bisa dipastikan, kapasitas angkut yang besar, bebas pungutan liar, aman, berasuransi, terpantau, pembayaran yang mudah, dan ramah lingkungan.

Selain itu, PT KAI juga memiliki terminal bongkar muat yang cukup strategis.

Advertisement

"Layanan angkutan barang KAI pun telah terintegrasi antarmoda, khususnya dengan pelabuhan seperti Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Emas Semarang, Tanjung Perak Surabaya, dan Belawan, Medan. Pada 2017, KAI berhasil mengangkut 40 juta ton angkutan barang. Jumlah ini meningkat dari tahun 2016 dimana KAI mengangkut sebanyak 32,4 juta ton,” papar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, pada Kamis (26/7/2018).

PT KAI sendiri berencana akan memperluas layanan KA ini ke Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Jalur KA ke pelabuhan sudah dipersiapkan, termasuk proses penyelesaian pemasangan wesel di Container Yard (CY) pelabuhan dan persinyalan. Nantinya, pada akhir bulan Juli mendatang jalur tersebut akan diuji coba untuk dilewati KA.

Advertisement

Sebelumnya, pada semester I 2018, KAI sudah mengangkut sebesar 21,3 juta ton angkutan barang. Barang-barang tersebut dari berbagai jenis komoditas, diantaranya barang retail maupun korporat. Angkutan ritel, merupakan kerja sama angkutan barang menggunakan sarana Kereta Bagasi dengan ketentuan target angkutan sebesar 20 ton per hari.

Advertisement