INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) dan PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) berinvestasi di PT Digital Marketing Solution (DMS) dengan porsi masing-masing kepemilikan saham sebesar 30% dan 50% di perusahaan iklan digital berbasis cloud tersebut.
Bagi NFCX, investasi ini bertujuan untuk memperkaya bursa iklan digital. Sedangkan MCAS melalui investasi ini dapat memperluas jaringan distribusi digitalnya di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi digital berbasis cloud serta keberadaan jaringan iklan yang luas.
Kini, jaringan DMS mencakup lebih dari 4.000 titik di 19 kota di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Jaringan tersebut diperkuat dengan Artificial Intelligence (AI) dan layanan end-to-end yang terintegrasi dengan saluran komunikasi online ke offline.
Beberapa klien yang beroperasi melalui jaringan DMS yang luas di seluruh Indonesia adalah Grup Djarum, Indomaret, Circle-K, The Body Shop Indonesia dan Bandara International Soekarno-Hatta.
Budiasto Kusuma, Direktur DMS, mengungkapkan, kolaborasi stratgis dengan NFCX dan MCAS akan memperluas jaringan DMS untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
“Jadi kami di bisnis ritel tidak hanya melalui saluran offline saja, akan tetapi juga melalui saluran distribusi digital milik NFCX dan MCAS. Kami dapat memanfaatkan disrupsi teknologi sehingga penayangan iklan melalui digital cloud dapat dilakukan tanpa harus dapang ke lokasi,” papar Budiasto.
Di samping itu, demikian Budiasto, iklan dapat ditayangkan kepada audiens yang tepat karena dilengkapi dengan analytical smart camera, Mobile-based apps dan Artificial Intelligence (AI).
Budiasto menjelaskan, di saat yang sama, profil konsumen untuk para klien dapat dikumpulkan melalui analyticak smart camera. Dengan adanya kolaborasi teknologi seperti ini dan didukung oleh sinergi usaha yang kuat, maka DMS dapat memberikan solusi terbagik bagi industri periklanan di Indonesia.
Sementara itu, Abraham Theofilus, Presiden Direktur NFCX, menjelaskan, kolaborasi tersebut akan memberikan sinergi yang menguntungkan bagi NFCX dan DMS untuk memperbesar customer acquisition.
Menurut Abraham, DMS akan meraih keuntungan melalui full exposure teknologi bursa digital NFCX dan pengembangan ekosistem iklan yang sedang dilakukan. NFCX pun akan diuntungkan karena DMS akan memperkaya platform layanan iklan NFCX untuk ditawarkan kepada mitra komersil karena jaringan iklan DMS tersebar di seluruh Indonesia.
“Melalui DMS, sebuah perusahaan dapat menentukan konten ikan dan harga melalui
Lelang ketika spot iklan dengan target market perusahaan tesebut tersedia. Melalui invetasi ini, maka akan lebih banyak lagi sinergi yang dapat dikembangkan,” imbuh Abraham.
Sedangkan Suryandy Jahja, Direktur MCAS, menuturkan, MCAS pada tahun ini akan mulai berbisnis iklan melalui kios digital. Untuk itu, perseroan akan memasang layar TV tambahan di atas mesin MCAS sebagai layar monitor dan badan kios yang akan menjadi sarana untuk iklan. Itu tentunya akan menjadi pendapatan baru MCAS.
“Ini adalah titik dimana kepakaran DMS di bidang teknologi digital cloud advertisement akan memberikan nilai tambah yang besar bagi bisnis MCAS ke depan,” pungkas Suryandy. (Abraham Sihombing)