INDUSTRY.co.id - Jakarta – Restrukturisasi utang PT Arpeni Pratama Oceal Line Tbk (APOL) bernilai total US$400 juta diharapkan selesai pada tahun ini. Restrukturisasi itu diharapkan dapat dilakukan serentak sehingga prosesnya dapat langsung selesai bersamaan.

“Karena itu, kami terus menerus melakukan negosiasi dengan para kreditur secara intensif untuk menentukan opsi perpanjangan atau konversi utang menjadi saham,” ujar Ferdy Suwandi, Corporate Secretary APOL, di Jakarta, Senin (02/07/2018).

Ferdy menegaskan, total utang perseroan saat ini terdiri dari obligasi berdenominasi dolar AS, obligasi rupiah, surat utang jangka menengah (Medium Term Notes/MTN) Syariah dan utang perbankan.

Ferdy mengemukakan, jika restrukturisasi utang tersebut selesai, maka manajemen APOL akan kembali berinvestasi untuk mendukung penyelenggaraan bisnis perseroan. Investasi tersebut dapat mengangkat citra perseroan mengingat marjin laba kotornya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Meski demikian, Ferdy masih belum bersedia menyebutkan besarnya utang perseroan yang akan dikonversi karena dalam manajemen perseroan belum memperoleh besaran utang tersebut dalam negosiasi yang sedang berlangsung saat ini.

Per Maret 2018, pendapatan APOL tercatat sebesar Rp152,07 miliar, tumbuh 27,41% dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebesar Rp 119,35 miliar. Meski demikian, APOL masih merugi Rp69,30 miliar atau mengalami lonjakan signifikan dibandingkan pada triwulan pertama 2017 sebesar Rp21,42 miliar. Itu karena adanya kerugian selisih kurs.

“Kerugian tersebut pasti akan terus dialami perseroan karena restrukturisasi utang belum selesai. Pasalnya, mayoritas penyebab kerugian tersebut diakibatkan oleh kerugian selisih kurs,” pungkas Ferdy. (Abraham Sihombing)