INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menegaskan bahwa pasar modal kelas dunia bukan hanya soal besarnya kapitalisasi pasar, melainkan soal kepercayaan.
Ketua Umum AEI Armand Hartono mengatakan, evaluasi dari lembaga penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia semestinya menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan struktural.
"Yang lebih utama, pasar modal kelas dunia adalah pasar modal yang terpercaya. Kepercayaan tersebut dibangun melalui infrastruktur yang andal, transparansi, keterbukaan kepemilikan, free float yang memadai dan sehat, serta penegakan aturan yang konsisten," ujar Armand dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (19/10/2026).
AEI menyatakan mendukung langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat integritas, transparansi, dan daya saing pasar modal Indonesia.
Armand menilai pasar yang kuat bukan hanya menarik investasi, namun juga mampu menjaga integritas dan melindungi kepentingan seluruh pelaku pasar.
Menurut dia, penguatan pasar modal Indonesia perlu dilakukan secara menyeluruh melalui empat pilar utama.
Pertama, transparansi dan keterbukaan informasi yang semakin berkualitas, termasuk ketersediaan informasi emiten untuk meningkatkan aksesibilitas bagi investor domestik maupun global.
Kedua, keterbukaan struktur kepemilikan dan peningkatan free float yang sehat, sehingga mencerminkan ketersediaan saham yang dapat diperdagangkan publik, mendukung likuiditas, serta meningkatkan investabilitas emiten.
Ketiga, penguatan infrastruktur dan mekanisme perdagangan, kliring, serta penyelesaian transaksi yang efisien, andal, aman, dan memenuhi praktik terbaik internasional.
Keempat, penegakan hukum dan tata kelola pasar yang memberikan kepastian hukum, melindungi hak investor minoritas, mencegah manipulasi pasar yang merusak kepercayaan, serta memastikan penerapan regulasi dilakukan secara konsisten, proporsional, dan akuntabel.
Armand menyebut upaya tersebut membutuhkan sinergi yang semakin erat antara regulator, bursa, emiten, investor, dan seluruh pelaku pasar. Reformasi juga perlu memperhatikan kesiapan implementasi serta keberlanjutan pertumbuhan pasar.
"Evaluasi dari lembaga indeks global seperti MSCI perlu kita sikapi secara terbuka dan konstruktif sebagai salah satu referensi untuk terus meningkatkan kualitas pasar. Namun, tujuan kita harus lebih besar daripada sekadar memenuhi kriteria suatu indeks. Kita ingin membangun pasar modal Indonesia yang berintegritas, berdaya saing, memiliki kepastian hukum, dan dipercaya oleh investor dalam jangka panjang," kata Armand.
AEI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis OJK, BEI, dan para pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi pasar modal Indonesia.
Dengan fondasi transparansi, tata kelola yang kuat, likuiditas yang sehat, dan perlindungan investor yang memadai, AEI berharap pasar modal Indonesia semakin mampu menjadi sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.