INDUSTRY.co.id - 

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengatakan akan kembali melaksanakan program pembelian kembali saham atau buy-back pada 19-21 Oktober 2026, setelah sahamnya anjlok dan menyentuh batas _auto reject bawah_ (ARB) dua hari beruntun.

Aksi korporasi ini merupakan bagian dari program buy-back dengan alokasi dana hingga Rp 5 triliun pada periode 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027, yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Maret 2026.

BBCA menjelaskan bahwa perseroan telah melaksanakan sebagian buy-back pada April dan Juni 2026.

Langkah buy-back ini diambil di tengah tekanan ekstrem pada saham BBCA. Pada perdagangan Jumat (16/10/2026), saham BBCA anjlok 14,81 persen ke Rp 5.175 per saham dan menyentuh ARB, dengan aksi jual bersih asing mencapai Rp 2,32 triliun.

Penurunan terjadi seiring sentimen rencana MSCI yang membuka konsultasi perubahan klasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Tekanan berlanjut pada Senin (19/10/2026). BBCA kembali anjlok 6,86 persen ke Rp 4.820 per saham dan kembali menyentuh ARB. Pada hari yang sama, BEI mulai menerapkan batas ARB baru sebesar 7 persen hingga 31 Desember 2026, lebih rendah dari ketentuan sebelumnya 15 persen.

Secara kumulatif sejak awal tahun, saham BBCA telah terkoreksi 40,31 persen. Bahkan dalam lima tahun terakhir, harganya anjlok 35,95 persen.

Di tengah kejatuhan harga, aktivitas transaksi BBCA justru tebal. Pada Senin (19/10), nilai transaksi BBCA menembus Rp 1,47 triliun dengan net buy Rp 994,2 miliar.

BBCA menyebut bahwa buy-back saham ini menunjukkan keyakinan perseroan terhadap fundamental bisnis perseroan, serta turut mendukung stabilisasi pasar modal Indonesia.

“Buy-back saham ini merupakan wujud keyakinan atas fundamental bisnis perseroan sekaligus untuk mendukung stabilisasi pasar modal Indonesia,” kata BCA dalam keterangan resmi.

Manajemen BCA akan senantiasa memperhatikan dinamika pasar dalam pelaksanaan _buyback_ dan memastikan pelaksanaannya sesuai prinsip good corporate Governance (GCG).