Menteri Jonan: Pembangkit Listrik EBT Rusak Harus Segera Diperbaiki

Oleh : Hariyanto | Minggu, 03 Juni 2018 - 13:25 WIB

Ilustrasi PLTS
Ilustrasi PLTS

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, dari tahun 2011-2017 telah dibangun 737 unit pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan total anggaran mencapai Rp 3,375 triliun.

Pembangkit tersebut terdiri dari 11 jenis, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat, PLTS Interkoneksi, PLTS Bandara, PLT Hybrid Surya dan Angin, PLT Hybrid Surya dan Diesel, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) CPO, PLT POME, PLT Biomassa, PLT Sampah Kota dan PLT Sampah Kota.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan, dari 737 pembangkit yang dibangun, saat ini terdapat 68 unit pembangkit senilai Rp 305 miliar yang masih mengalami kendala dalam pengoperasiannya. Kementerian ESDM telah merencanakan perbaikan pada 68 pembangkit EBT bermasalah ini.

"Pembangkit EBT ini sebenarnya hampir semuanya selesai dibangun. Namun dalam waktu pengoperasiannya sekarang ada yang rusak. (Pembangkit EBT) ini yang rusak ringan dan rusak berat yang sudah dianggarkan di tahun 2018 dan 2019 ini harus segera diperbaiki, tidak bisa tidak. Nantinya setelah diperbaiki, akan diputuskan bisa dioperasikan oleh PLN", terang Menteri ESDM pada Rapat Kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Adapun rincian ke-68 pembangkit tersebut antara lain, PLT Bayu sebanyak 4 unit? total kapasitas 240 kilo Watt (kW), PLT Hybrid Surya-Angin 3 unit total kapasitas 74 kW, PLTMH 5 unit total kapasitas 784 kW, PLTS interkoneksi 4 unit total kapasitas 2.062 kWp dan PLTS terpusat 52 unit total kapasitas 1.420 kWp.

Jonan juga menjelaskan, pada tahun 2018 ini Kementerian ESDM telah menganggarkan pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat saja, dimana pengoperasiannya bisa mandiri oleh penduduk setempat.

"Untuk PLTMH sebagian besar telah diserahkan kepada PLN sebagai investasi. Hal ini dilakukan mengingat jumlah orang yang dapat mengoperasikan (PLTMH) masih sedikit sekali," ungkap Jonan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sriwijaya Air (Foto Ist)

Selasa, 21 Mei 2019 - 12:00 WIB

Jelang Momen Mudik Lebaran, Sriwijaya Air Buka Tiga Rute Baru

Sriwijaya Air, maskapai penerbangan nasional yang merupakan bagian dari Garuda Indonesia Group siap menyambut datangnya momen mudik Lebaran Idul Fitri 1440 H dengan menyiapkan tiga rute penerbangan…

Budi Hikmat, Kepala Makro Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management,

Selasa, 21 Mei 2019 - 11:00 WIB

Lonjakan Defisit Neraca Dagang Tuntut Reformasi Struktural

Kabar kurang menggembirakan kembali mengejutkan pasar finansial Indonesia pada pertengahan Mei ini. Tak hanya polemik perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok semakin panas, investor…

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, PhD dan Kepala Karantina dan Keamanan Pangan Sarawak, Gasing Anak Nyalu

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:53 WIB

Kementan Capai Kesepakatan bersama Otoritas Serawak Terkait Ekspor

Kuching - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) jajaki harmonisasi aturan perkarantinaan Indonesia - Sarawak, Malaysia terkait lalu lintas komoditas pertanian di…

Perusahaan pembiayaan Federal International Finance (FIFGROUP) meresmikan Reading Corner di 5 SMK unggulan di 5 kota di Indonesia, Senin (20/5/2019)

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:39 WIB

Tingkatkan Kualitas SDM, FIF Group Resmikan Reading Corner di Lima Kota

Perusahaan pembiayaan Federal International Finance (FIFGROUP) meresmikan Reading Corner di 5 SMK unggulan di 5 kota di Indonesia, Senin (20/5/2019) kemarin.

Perakitan perangkat Xiaomi

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:34 WIB

Xiaomi Pastikan Produksi Lancar Menjelang Momentum Lebaran

Berkomitmen untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen di bulan Ramadan, Xiaomi berfokus pada kelancaran proses produksi dan distribusi.