INDUSTRY.co.id - Jakarta, Sejak lahir pada tahun 2015 yang lalu, layanan peer to perr (P2P) lending, Crowdo ternyata telah berhasil menggaet cukup banyak pengguna di tanah air. 

Advertisement

Crowdo pun menyatakan hingga saat ini, mereka telah memberikan 4.000 pinjaman kepada para pemilik usaha Kecil dan menengah (UKM) di tanah air. 

Uniknya, seluruh prestasi tersebut berhasil mereka raih tanpa sekali pun mengalami kredit macet. 

Advertisement

"Infrastruktur dan outsorching masih menjadi jenis demand yang cukup besar untuk kami beri pinjaman," ujar Cally Alexandra, General Manager Crowdo Indonesia di Jakarta (30/5/2018).

Cally menambahkan, perusahaannya telah mengembalikan dana investor dengan keuntungan mencapai 21% per tahunnya. Pengembalian ini dihasilkan oleh 4.000 pinjaman yang terdaftar di platform Crowdo.
Tak ayal, makin banyak investor yang tertarik menyalurkan pinjaman kepada UMKM melalui platform tersebut.

Advertisement

Adapun besaran pinjaman yang disalurkan investor mengikuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni maksimal Rp 2 miliar dengan bunga efektif di kisaran 14 sampai 30 persen per tahun.

"Dana investor yang masuk sebanyak 60 persen dari asing dan 40 persen dari domestik. Yang perlu ditekankan, hingga saat ini total investasi asing yang sudah masuk di Crowdo mencapai Rp100 miliar," katanya. 

Advertisement

Lebih lanjut, Cally menuturkan, sampai saat ini, untuk Crowdo sendiri rata-rata mendistribusikan pinjaman Rp20-30 miliar per bulan untuk berbagai sektor.  

"Infrastruktur dan jasa outsorching menjadi sektor yang banyak kita beri pinjaman," ungkap Cally. 

Dikatakan Cally, pihaknya menargetkan untuk bisa mendistribusikan pinjaman di tahun 2018 sebesar Rp500 miliar. 

Dari sisi kinerja, menurut Cally Alexandra, Crowdo sampai dengan September naik terus. Sebelumnya dari Juni sampai Desember tahun 2016, naik 1.642 persen. Sementara dari Januari sampai Juni naik 440 persen dari patokan Desember 2016. 

Untuk meberikan rasa aman kepada para investor dan nasabah, Crowdo telah berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 27001:2013 mengenai Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) untuk pengelolaan data finasial. 

Sertifikasi ISO 27001:2013 tersebut dikeluarkan secara resmi oleh British Standards Institution (BSI) pada tanggal 25 Mei 2018. 

"ISO ini sangat efektif terhadap kerahasiaan para nasabah. Dengan ISO ini kita sudah standar internasional dan teknologi-nya juga sudah standar internasional. Dengan ini investor dan nasabah akan menjadi lebih tenang," terang Cally. 

"Tentu saja, sertifikasi ini bukanlah tujuan akhir, melainkan wujud komitmen CROWDO Indonesia menjadi P2P Lending nomor satu di Indonesia kedepannya,” pungkas Cally.