INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) melaporkan kinerja keuangan sepanjang tahun 2017 lalu dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang berlangsung di Hotel Santika Kelapa Gading, Senin (28/5).

Advertisement

Dalam siaran tertulisnya kepada INDUSTRY.co.id perseroan berhasil membukukan keuntungan bersih Rp 9,1 miliar ditahun 2017 atau mengalami peningkatan 115 persen dari rugi tahun 2016 sebesar Rp 59, 6 miliar. Peningkatan laba ini dipengaruhi oleh efesiensi dan pengendalian biaya pada berbagai aspek di seluruh unit bisnis.

“Dyandra juga membukukan pendapatan bersih Rp 861 miliar ditahun 2017 atau turun 4 persen dari Rp 899 miliar,” kata Presiden Direktur DYAN Rina R Maksum.

Advertisement

Untuk tahun ini, perseroan berkomitmen akan terus memperbaiki kinerja dan peningkatan penjualan melalui berbagai aspek, diantaranya menghadirkan inovasi pada event dan pameran, berkompetisi dalam bisnis digital, penyelenggaraan event internasional di ruang konvensi milik Perseroan dan akan tetap mencanangkan efisiensi dalam menjalankan bisnis Perseroan untuk mencapai target laba yang lebih baik.

Direksi percaya, program konsolidasi usaha itu akan memperbaiki kinerja keuangan perseroan pada tahun 2018. Dalam jangka panjang, strategi tersebut akan menciptakan pondasi yang kuat bagi rencana pengembangan bisnis DYAN di masa mendatang.

Advertisement

Lanjutnya, sebagaimana diketahui bersama pada tahun 2017 kondisi perekonomian Indonesia maupun global mulai mengalami perbaikan. Pemulihan ekonomi global dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi dunia yang mencapai 3,7%. Sederet negara ASEAN juga mengalami akselerasi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2017.

Berdasarkan Biro Pusat Statistik (BPS), Indonesia berhasil mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi 5,07% Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 ini sejalan dengan meningkatnya ketahanan fundamental perekonomian. Angka inflasi berhasil terjaga pada level 3,61%, surplus neraca pembayaran berlanjut dan stabilitas nilai tukar Rupiah juga terjaga. Ini semua berdampak pada penguatan fundamental industri selama tahun 2017.

Advertisement

“Dengan kondisi perekonomian tersebut, secara spesifik peluang industri MICE di Indonesia menjadi lebih baik. Karena itu, Perseroan memanfaatkannya sebagai momentum untuk terus memperbaiki kinerja Perseroan di tahun 2017, yang tercermin dari membaiknya kinerja operasional dan keuangan terutama pada pilar bisnis event dan exhibition organizer yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” papar Rina R. Maksum.