INDUSTRY.co.id - Mandiri Syariah membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) per triwulan I-2018 meningkat 16,26% menjadi Rp82,58 triliun dari Rp71,04 triliun pada Triwulan I 2017.

Advertisement

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari mengatakan, komposisi dana murah terdiri atas 50,03% atau Rp41,31 triliun dana murah (low cost fund) yang terdiri dari Tabungan sebesar Rp31,88 triliun atau tumbuh 14,58% dari Rp27,82 triliun dan Giro sebesar Rp9,43 triliun atau tumbuh 23,97% dari Rp9,43 triliun.

"Saat ini pencapaian Tabungan Mandiri Syariah berada di ranking sembilan perbankan nasional. Hal itu menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Mandiri Syariah," kata dia di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Advertisement

Dengan perolehan DPK tersebut aset Mandiri Syariah per Triwulan I 2018 menjadi Rp92,98 triliun atau meningkat 16,20% dari Rp80,01 triliun periode tahun sebelumnya.

Kapasitas bisnis Mandiri Syariah juga terus mengalami peningkatan, terlihat dari beberapa pencapaian milestone di Triwulan I 2018 antara lain penambahan rekening DPK mencapai 431 ribu rekening menjadi 7,42 juta rekening.

Advertisement

Dari sisi permodalan BSM cukup kuat dengan indicator CAR 15,59% dan ekuitas Rp7,43 triliun. Pada akhir 2017 Bank Mandiri menyuntikkan modal sebesar Rp500 miliar sehingga posisi modal disetor perusahaan pada tahun 2018 ini hampir Rp3 triliun.

‘’Alhamdullilah, kami bersyukur atas semua pencapaian ini dan berterimakasih kepada stakeholders terutama nasabah atas kepercayaan dan loyalitasnya kepada Mandiri Syariah,’’ ujar Toni EB Subari.

Advertisement

“Ke depannya kami akan terus fokus pada segmen ritel dengan menawarkan solusi  bagi kebutuhan nasabah baik untuk menabung, bertransaksi, berinvestasi, mengembangkan usaha maupun untuk mewujudkan impian” jelas Toni.