INDUSTRY.co.id, Jakarta - Indonesia Police Watch mengklaim memiliki data sekira 57 orang yang diduga sebagai jaringan teroris dari enam daerah ke ibukota Jakarta pasca tragedi penyerangan rutan Mako Brimob Depok beberapa hari lalu

Advertisement

"Dari data yang diperoleh IPW, sejak Jumat pukul 20.00 WIB, jaringan teroris ini sudah berada di Jakarta. Dari Kelompok Tegal ada tiga orang. Dari Kelompok Pekanbaru pimpinan Boy ada 10 orang. Mereka jalan darat dan sempat mampir di Lampung sebelum menyeberang ke Banten," kata Neta melalui keterangan tertulisnya Minggu, (13/5/2018).

Neta melanjutkan kemudian dari kelompok Karawang pimpinan Abu Sayyaf ada enam orang dengan mengendarai sepeda motor. Kelompok Cirebon terbagi dua, pimpinan Heru Komarudin berkumlah tujuh orang mereka menggunakan mobil rental dan langsung membuka posko di Depok.

Advertisement

"Kelompok kedua, Kelompok Suki tidak terlacak karena menghilang. Kelompok Indramayu pimpinan Sutomo ada tujuh orang," bebernya.

Kelompok Tasikmalaya juga terbagi dua. Pimpinan Rido ada 10 orang dan tiba di Jakarta dengan tiga mobil. Sedangkan pimpinan Ade Cawe ada lima orang dan datang dengan tiga sepeda motor.

Advertisement

"Namun kelompok Ade Cawe ini sudah berhasil diciduk polisi. Satu tewas ditembak polisi dan tiga ditangkap, termasuk Ade Cawe. Sedangkan satu lagi berhasil kabur,"sebutnya.

Neta mengatakan dalam menghadapi sadisnya aksi terorisme, jajaran kepolisian perlu introspeksi dan evaluasi agar tidak terus menerus menjadi bulan bulanan teroris. Terutama pasca kerusuhan di Rutan Brimob. Polri kata dia perlu meningkat profesionalitasnya agar gerakan terorisme bisa segera dilumpuhkan.

Advertisement

"IPW berharap polisi melakukan pagar betis agar kelompok teroris ini bisa segera diciduk sebelum beraksi menebar terornya," tukasnya