INDUSTRY.co.id - Bali, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar menilai industri kreatif potensial dikembangkan di Bali karena didukung pesona kearifan lokal yang telah terbukti disukai wisatawan mancanegara.

Advertisement

"Bali juga merupakan wilayah potensial yang mampu mencetak tenaga-tenaga kreatif," kata Haris Munandar saat menyampaikan sambutan pada acara Pembukaan Kampung IT Bali Creative Industry Center (BCIC), di Denpasar (4/5/2018).

Sebagai salah satu faktor pendukung industri pariwisata, menurut dia, industri kreatif merupakan sektor potensial yang dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi termasuk penciptaan lapangan kerja di Bali. 

Advertisement

"Bali akan lebih cepat berkembang karena orang Bali sangat kreatif," ucapnya.

Untuk itu, ujar Haris, Kemenperin telah mengembangkan Balai Diklat Industri Denpasar sebagai Bali Creative Industry Center (BCIC) dengan lima peran utama, yakni sebagai pusat inovasi dan kekayaan intelektual, pusat promosi dan pemasaran industri kreatif, pusat inkubasi bisnis, pusat pengembangan industri software dan konten, serta sebagai pusat pelatihan, sertifikasi dan uji kompetensi tenaga kerja industri animasi.

Advertisement

"Keberadaan BCIC dapat dimanfaatkan sebagai ruang dan wilayah untuk masyarakat dalam berkreativitas dan berinovasi, pengembangan sentra industri kreatif, pelatihan teknologi dan desain, serta fasilitasi promosi dan pemasaran produk industri kreatif di dalam dan luar negeri," terang Haris. 

Lebih lanjut, ia menuturkan, Industri kreatif merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan oleh Kementerian Perindustrian karena penyerapan tenaga kerja yang cukup besar mencapai 13 persen dari total tenaga kerja nasional.

Advertisement

Selain itu, menempatkan ekonomi kreatif pada posisi keempat dari 10 sektor ekonomi dalam kategori jumlah tenaga kerja. Data juga menunjukkan peningkatan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional yaitu rata-rata 10,14 persen rata-rata per tahun dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 7,8 persen.

Diantara 16 subsektor ekonomi kreatif, tiga subsektor yang berkembang cukup pesat adalah desain komunikasi visual, musik, dan animasi video.

"Oleh karenanya, kami terus berupaya menggenjot pertumbuhan industri tersebut, di antaranya melalui program pengembangan SDM Industri, pengembangan wirausaha baru industri, serta kebijakan strategis lainnya," tutur Haris.