Krakatau Steel Menyiapkan Capex 555,78 Juta Dolar

Oleh : Herry Barus | Kamis, 19 April 2018 - 15:44 WIB

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) (Foto Ist)
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Perseroan Terbatas Krakatau Steel (Persero) Tbk menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar 555,78 juta dolar AS sepanjang 2018.

Direktur Utama Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2017 di Jakarta, Rabu, mengatakan sumber pendanaan belanja modal akan berasal dari kas perusahaan dan pinjaman perbankan.

"Besaran 'capex' 555,78 juta dolar AS," katanya.

Wigrantoro menjelaskan belanja modal itu akan digunakan untuk melakukan revitalisasi pabrik dan perbaikan, termasuk pengembangan pabrik baja, penyertaan saham kecil, dan investasi induk (perusahaan).

Untuk 2018, perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja secara keseluruhan hingga 7 persen. Sementara peningkatan penjualan tahun ini ditargetkan sampai 40 persen.

Pertumbuhan kinerja perseroan diharapkan dapat didorong dari kinerja positif anak perusahaan.

Saat ini Krakatau Steel memiliki 11 anak perusahaan di bidang baja dan non-baja yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan perseroan sekitar 25 persen.

"Kami berharap kontribusinya bisa naik sampai 50 persen. Caranya yang di sektor baja menguatkan 'core' bisnis di baja," katanya kepada awak media.

Ada pun entitas bisnis lain fokus pada pengembangan bisnis masing-masing.

Direktur Pemasaran Krakatau Steel Purwono Widodo mengatakan ada banyak tantangan yang mungkin dihadapi perseroan pada tahun ini.

Salah satunya mewaspadai dampak dari pengenaan bea masuk baja dan aluminium oleh Amerika Serikat yang berpengaruh pada kemungkinan membanjirnya produk baja China ke Asia terutama Indonesia.

 "Kami berharap pemerintah bisa mengambil tindakan dan melindungi baja lokal dari perdagangan tidak adil. Salah satu bentuk perlindungannya dengan menegakkan aturan-aturan peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN) dan prasyarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN)," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Red Hat

Selasa, 18 Februari 2020 - 10:00 WIB

Red Hat Percepat Pengembangan Cloud-Native dengan Penyimpanan Cloud Hybrid Terpadu

Red Hat, Inc., penyedia solusi open source terkemuka di dunia, mengumumkan ketersediaan umum dari Red Hat OpenShift Container Storage 4 yang menghadirkan pengalaman multicloud yang terintegrasi…

CIMB Niaga - foto IST

Selasa, 18 Februari 2020 - 09:53 WIB

Genjot Digital, CIMB Niaga Lirik Mahasiswa

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus meningkatkan layanan perbankan berbasis digital bagi civitas akademika perguruan tinggi di Indonesia. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui…

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat bersalaman ke anggota DPR

Selasa, 18 Februari 2020 - 09:38 WIB

Perubahan Anggaran Kementan Disetujui DPR

Komisi IV DPR RI menyetujui perubahan anggaran Lingkup Eselon I di Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2020. Keputusan ini dibacakan langsung oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI G. Budisatrio…

BPPT dan President University Sepakat Bekerja Sama Kembangkan Techno Park

Selasa, 18 Februari 2020 - 09:07 WIB

BPPT dan President University Sepakat Bekerja Sama Kembangkan Techno Park

Hal ini karena PU memiliki kedekatan dengan ribuaan perusahaan multinasional di daerah Jababeka Cikarang, Bekasi dan Karawang. Harapannya, dari kerja sama ini akan muncul 100 Techno Park di…

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) (Foto Ist)

Selasa, 18 Februari 2020 - 09:05 WIB

IHSG Diperkirakan Berakhir di Zona Hijau

IHSG secara teknikal bergerak mengkonfirmasi signal reversal dengan menguat seakan rebound tepat pada level support lower bollinger bands. Indikator stochastic berpeluang golden-cross dan RSI…