INDUSTRY co.id - Jakarta-Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang bergerak turun diharapkan dapat membantu laju pasar obligasi dalam negeri untuk bisa bergerak positif kembali.

Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada mengatakan, laju positif masih terjadi pada pasar obligasi seperti yang diperkirakan sebelumnya. Pelaku pasar masih memanfaatkan tren penguatan yang ada untuk kembali masuk. Laju Rupiah yang berbalik melemah tampaknya tidak menghalangi pergerakan pasar obligasi untuk kembali melanjutkan kenaikannya. 

"Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun -0,11 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun -1,95 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun -1,37 bps," ujar Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Ia katakan laju pasar obligasi cenderung mampu bertahan naik. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±10 tahun dengan harga 98,70% memiliki imbal hasil 5,92% atau turun -0,03 bps dari sebelumnya di harga 98,58% memiliki imbal hasil 5,95%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 103,004% memiliki imbal hasil 7,21% atau turun -0,012 bps dari sehari sebelumnya di harga 102,88% memiliki imbal hasil 7,23%.

Pada Rabu (11/4), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,08 bps di level 118,53 dari sebelumnya di level 118,43. Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,03 bps di level 109,58 dari sebelumnya di level 109,54. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 6,62% dari sebelumnya di level 6,629% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,77% dari sebelumnya di level 2,81% sehingga spread di level kisaran 384,9 bps lebih tinggi dari sebelumnya 381,9 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya kembali cenderung turun tipis. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak turun di kisaran level 8,15%-8,25%. Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasilnya di kisaran level 8,97%-8,99%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,00%-10,05%, dan pada rating BBB di kisaran 12,89%-12,95%.

Pergerakan pasar obligasi diharapkan dapat kembali mengalami kenaikan seiring bertahannya aksi beli pelaku pasar. 

"Masih adanya kecenderungan berita positif membuat laju pasar obligasi dapat bergerak naik. Di sisi lain, harapan kenaikan ini dibarengi dengan pergerakan pasar obligasi AS yang kembali menguat setelah merespon komentar Presiden Trump dalam twitters nya terkait pelucutan rudal di Suria," katanya.