Pengamat: Inalum Harus Segera Kuasai Saham Divestasi Freeport

Oleh : Hariyanto | Minggu, 18 Maret 2018 - 14:35 WIB

Tambang Freeport (dok Freeport-Mcmooran)
Tambang Freeport (dok Freeport-Mcmooran)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pengamat ekonomi energi UGM, Fahmy Radhi meminta perusahaan induk BUMN tambang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum, segera kuasai 51% saham PT Freeport Indonesia.

"Inalum harus benar-benar berkomitmen secara serius untuk segera menuntaskan perundingan dan menguasai 51 persen saham divestasi Freeport sebelum 30 Juni 2018 ini, sehingga izin ekspor konsentrat Freeport tidak perlu diperpanjang lagi," katanya di Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Menurut Fahmy, semakin berlarutnya proses divestasi 51% saham Freeport akan menimbulkan berbagai potensi risiko baik ekonomi, maupun resiko sosial dan politik.

"Selama Inalum tidak bisa segera menyelesaikan proses perundingan, maka selamanya Menteri ESDM akan dipaksa memperpanjang izin ekspor konsentrat agar terhindar dari berbagai potensi risiko yang timbul," tambahnya.

Fahmy juga mengatakan posisi hukum Inalum sebagai perusahaan induk (holding) BUMN tambang semakin kuat pascaputusan Mahkamah Agung (MA), yang menolak gugatan uji materi aturan 'holding' BUMN tambang, yang diajukan Koalisi Masyarakat Sipil Penyelamat BUMN.

Gugatan tersebut diajukan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2017, yang telah menghapus status tiga BUMN, sehingga dinilai melanggar UU BUMN dan UU Keuangan Negara.

Namun, hasil putusan MA pada 6 Maret 2018 atas uji materi tersebut menegaskan PP 47/2017 tidak melanggar ketentuan UU BUMN dan UU Keuangan Negara, sehingga tetap sesuai dengan tujuan UUD 1945 Pasal 33 ayat 2 dan 3.

"Dengan hasil putusan MA itu, semua pihak, termasuk Koalisi Masyarakat Sipil, mesti legawa menerima putusan MA, selanjutnya mendukung pembentukan 'holding' BUMN tambang bagi sebesarnya kemakmuran rakyat," ujarnya.

'Holding' BUMN tambang dibentuk berdasarkan PP 47/2017 dengan menunjuk Inalum sebagai perusahaan induk BUMN tambang dan anggota terdiri atas PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk.

Tujuan pembentukan 'holding' tambang adalah memperkuat struktur keuangan, mencapai efisiensi, dan integrasi usaha, serta menciptakan 'value creation', sehingga BUMN tambang dapat bersaing di pasar global dan memenuhi Pasal 33 UUD 1945. (ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Satgas Yonif 126 KC Laksanakan Donor Darah di Perbatasan RI-PNG

Sabtu, 21 Mei 2022 - 04:00 WIB

Satgas Yonif 126 KC Laksanakan Donor Darah di Perbatasan RI-PNG

Satgas Yonif 126/KC bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jayapura menyelenggarakan donor darah dalam rangka memperingati HUT Yonif 126/KC yang ke-60 Tahun.

KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman

Sabtu, 21 Mei 2022 - 03:27 WIB

KASAD Resmikan Yon Arhanud 9AWJ dan Yon Armed 20/155 GS/BY

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman S.E., M.M., meresmikan dua satuan baru di wilayah Kodam IX/Udayana, yaitu Batalyon Artileri Pertahanan Udara 9/Angkasa Widya…

Presiden Jokowi

Sabtu, 21 Mei 2022 - 03:13 WIB

Presiden Jokowi Terima Majelis Rakyat Papua dan Papua Barat di Istana Bogor

Presiden Joko Widodo menerima Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Majelis Rakyat Papua Barat di Istana Kepresidenan Bogor, pada Jumat, 20 Mei 2022. Bupati Jayapura Mathius Awoitauw yang mewakili…

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

Jumat, 20 Mei 2022 - 19:00 WIB

Menteri Bahlil Tegaskan Indonesia Tak Akan Ekspor EBT ke Negara Manapun

Terkait dengan Energi Baru Terbarukan (EBT), Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia belum akan melakukan ekspor EBT ke negara manapun. Menurutnya, pemerintah Indonesia akan fokus terlebih dahulu…

Pameran lukisan bertajuk Wanderlust Indonesia

Jumat, 20 Mei 2022 - 18:35 WIB

Sambut G20 & Dukung Ekonomi Kreatif, KEK Morotai Gelar Pameran Lukisan Bertajuk "Wanderlust Indonesia"

Menyambut G20 yang diadakan di Indonesia pada bulan November 2022 sekaligus memperingati Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2022 dan mendukung ekonomi kreatif, salah satu anak usaha PT Jababeka…