INDUSTRY.co.id - Jakarta-Standard Chartered melaporkan telah terjadi penurunan performa perdagangan dari negara maju ke negara berkembang.Dari hasil temuannya indeks antara kedua kelompok tersebut dalam hal perdagangan hanya sebesar 30% indeksnya. Hanya sembilan jalur dari 49 yang melampaui target kenapa bisa terjadi?
“Indeks tersebut menunjukkan adanya performa perdagangan yang menurun dari negara-negara G7 ke negara-negara E7. Dari 49 jalur perdagangan dari G7 ke E7, hanya sembilan jalur perdagangan yang saat ini telah memenuhi atau melampaui target. Sisanya, dengan nilai total perdagangan 162 miliar dolar AS, tidak mampu memenuhi target ekspor mereka,”kata Michael Vrontamitis, Head of Trade for Europe and Americas Standard Chartered di Jakarta, Kamis (15/3/2018).
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat peluang pertumbuhan tahunan perdagangan ekspor dari G7 ke E7 sebesar 30%. E7 merupakan jalur perdagangan yang krusial dan penting bagi masa depan pertumbuhan negara G7 pada tahun 2018 ke depan. 2 Indeks Performa Perdagangan Standard Chartered dari G7 ke E7: Negara (berdasarkan peringkat).
Total Ekspor Aktual (miliar dolar AS) Total Prediksi Ekspor (miliar dolar AS) Jerman 109,2 55,7 Kanada 23,1 29,3 Jepang 154,6 218,7 Italia 21,0 32,3 Perancis 30,7 42,0 Amerika Serikat 162,9 209,0 Inggris 33,6 48,0 TOTAL 535,1 635,0 * Indeks ini memeringkat negara-negara G7 berdasarkan performa perdagangan ekspor aktual dibanding prediksi ekspor terhadap negara-negara E7. Peringkat yang lebih tinggi diberikan ketika jumlah perdagangan eksor aktual melampaui potensi ekspor terhadap E7, sementara peringkat yang lebih rendah diberikan ketika perdagangan ekspor aktual tidak memenuhi jumlah prediksi ekspor.
"Melihat keanggotaan G7 yang tidak lagi menjadi acuan untuk pertumbuhan ekonomi, Indeks Kinerja Perdagangan Standard Chartered G7 ke E7 mengungkap peluang pertumbuhan yang aktual. Setiap negara G7 memiliki peluang yang tinggi untuk mempercepat kinerja ekspor mereka di tujuh negara ekonomi yang telah kami identifikasi sebagai Emerging Seven (E7).
Stancart menyebutkan istilah ini dengan negara-negara G7 (Group of Seven) – Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat – dengan negaranegara ekonomi berkembang E7 (Emerging Seven) – Bangladesh, Cina, India, Indonesia, Nigeria, Pakistan, dan Vietnam. Inggris, Amerika Serikat, dan Perancis.
"Indeks kami menunjukkan bahwa jika ekonomi G7 mengorientasi kembali strategi perdagangan mereka terhadap E7, dimana terdapat peluang nilai tambahan sebesar 162 miliar dolar AS per tahun, dan keuntungan langsung sebesar 30%. Jelas E7 mewakili peluang perdagangan multi-miliar dolar bagi pemerintahan dan bisnis G7 yang mencari diversifikasi dan pertumbuhan ekspor. Perusahaan harus mengembangkan strategi-strategi dengan sektor spesifik dan koridor, kemudian mengidentifikasi bagaimana mereka dapat meningkatkan peluang bisnis di sana,” katanya.