Kemenperin dan Pelaku Industri Logam Bersinergi Kuatkan Struktur di Tahun 2017

Oleh : Ridwan | Senin, 16 Januari 2017 - 21:05 WIB

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan (Foto:metrotvnew)
Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan (Foto:metrotvnew)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementerian Perindustrian bersama pelaku industri logam nasional sepakat menyatukan visi dan misi pada tahun 2017 ini untuk meningkatkan penguatan struktur industrinya di dalam negeri.

Penguatan tersebut dilakukan mulai dari sektor hulu sampai hilir agar bisa saling bersinergi dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Langkah ini sesuai dengan instruksi Bapak Presiden dan Bapak Menteri Perindustrian, supaya industri kita terutama sektor logam terus dipacu kinerjanya. Apalagi, industri ini sangat luas turunannya" terang Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta, Senin (16/1/2017).

Putu menyebutkan, industri logam terdiri dari pengolahan besi dan baja, non besi dan baja seperti aluminium, tembaga, stainless steel, dan timah, serta logam tanah jarang.

Penguatan struktur industri nasional diarahkan melalui hilirisasi karena berdampak positif pada peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Upaya tersebut merupakan komitmen dari Kemenperin dalam melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara serta UU No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian.

"Salah satu program lanjutan dari hilirisasi mineral adalah pengembangan industri terintegrasi dari hulu sampai hilir seperti yang diterapkan di Kawasan Industri Morowali dan Konawe yang berbasis smelter" paparnya.

Guna mendorong percepatan program hilirisasi mineral, Kemenperin terus memberikan dukungan antara lain dalam pemberian insentif fiskal seperti tax allowance. Selain itu, pelaksanaan pada pelatihan dan pendidikan vokasi industri untuk alih teknologi dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Kemenperin mencatat, sekitar 1.400 industri logam di dalam negeri mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 430 ribu orang pada tahun 2015. Sementara itu, total nilai investasi mencapai Rp211 triliun dan nilai ekspor sebesar USD 8,31 miliar.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri BUMN Erick Thohir (Jawapos)

Senin, 06 April 2020 - 06:00 WIB

Menteri BUMN Petakan Langkah Strategis Jaga Perekonomian di Tengah Pandemi

Menteri BUMN Erick Thohir berkomitmen menjaga daya tahan BUMN dalam menghadapi dampak ekonomi dari adanya Covid-19. Erick tak menampik pandemi Covid-19 juga akan berimbas pada kinerja perusahaan-perusahaan…

Gerakan Pembersihan Pesantren dan Sekolah Dimulai

Senin, 06 April 2020 - 05:45 WIB

Gerakan Pembersihan Pesantren dan Sekolah Dimulai

Gerakan pembersihan dan penyemprotann disinfektan di sejumlah pesantren, sekolah, dan rumah ibadah dimulai. Ini sesuai dengan arahan Wakil Presiden Republik Indoneisa, Prof Dr KH Ma'ruf Amin.

Pernikahan (Foto Dok Ist)

Senin, 06 April 2020 - 05:30 WIB

2.427 Calon Pengantin Daftar Nikah Lewat Online

Kasubdit Mutu Sarana Prasana dan Sistem Informasi KUA Ditjen Bimas Islam, Anwar Saadi, mengatakan bahwa sampai sore ini, lebih 2.400 catin yang mendaftar.

Menteri Agama Fachrul Razi

Senin, 06 April 2020 - 05:30 WIB

Menag Minta Dilakukan Percepatan Pembayaran dan Pendistribusian Zakat

"Saya sudah siapkan edaran untuk pimpinan Baznas, pusat hingga daerah, LAZ, Forum Zakat, BWI, dan LKS-PWU. Saya minta mereka melakukan percepatan pembayaran dan pendistribusian zakat, serta…

Kasdim 1707/Merauke Tinjau Pembangunan TMMD Ke-107 di Kampung Epem

Senin, 06 April 2020 - 04:45 WIB

Kasdim 1707/Merauke Tinjau Pembangunan TMMD Ke-107 di Kampung Epem

Kepala Staf Kodim 1707/Merauke Mayor Inf Abdul Hadi S.Sos melaksanakan peninjauan pembangunan rumah masyarakat di Kampung Epem, Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, yang sedang…