INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pada perdagangan saham, Senin (5/3/2018) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menghijau dengan katalisnya akan ada data ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS). IHSG dalam 6555 - 6728.
"IHSG hari ini berpotensi melaju naik. Mengawali awal pekan di bulan ketiga 2018, IHSG terlihat masih terus berusaha untuk dapat mencetak rekor tertinggi baru kembali, kekuatan naik masih terlihat cukup besar ditunjang oleh masih kuatnya harga komoditas ditambah dengan stabilnya nilai tukar serta fundamental perekonomian yang masih terjaga dengan baik," kata William Surya Wijaya – Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas di Jakarta.
Menurutnya, sehingga IHSG punya daya tarik pasar modal terhadap investor baik domestik maupun luar masih cukup menjanjikan.
IHSG (-0.36%) ditutup turun tertahan 23.74 poin dilevel 6582.32 dengan produsen tambang memimpin pelemahan. Sektor pertambangan (-2.68%) disusul terkoreksinya sektor pertanian (-1.29%) pasca penguatan 2 hari ditengah pekan. Sentimen mengenai perbaharuan tarif import logam asing yang besar oleh pemerintah AS menjadi faktor negatif. Sedangkan sektor aneka industri (+0.74%) dan Industri Dasar (+0.55%) menjadi penahan pelemahan dengan saham ASII (+0.93%) dan INKP (+7.17%) menguat. Investor asing pun tercatat net sell -685.38 Miliar rupiah.
Ia merekomondasikan saham-saham yaitu: AKRA, SMCB, SRIL, KAEF, ASII, ICBP, WIKA, BBNI dan MYOR.