INDUSTRY.co.id - Korea Selatan - Memiliki populasi penduduk sebesar 51,25 juta, menjadikan Korea Selatan menjadi salah satu negara tersibuk di dunia. Terlebih lagi dengan adanya tren gaya hidup YOLO yang baru saja menjadi populer di Korea Selatab. Tren dari singkatan dari “You Only Live Once” ini merupakan pilihan gaya hidup untuk mereka yang ingin hidup bahagia tanpa harus bersama pasangan.
Tren gaya hidup ini bahkan dijadikan lahan bisnis baru bagi sejumlah perusahaan. Beberapa restoran membuat area khusus untuk para tamu yang ingin makan atau minum sendiri tanpa pasangan. Bahkan, ada pula perusahaan wedding organizer yang menawarkan paket pemotretan pernikahan untuk para wanita dan pria single. Target pasarnya, adalah wanita atau pria bekerja yang belum menikah dan ingin fokus meningkatkan karier mereka, namun ingin merasakan sedikit pengalaman dari proses pernikahan.
Tren YOLO ini sebenarnya memiliki dampak positif, yakni mengajak orang untuk menikmati hidup di setiap keadaan apapun. entah itu sebagai single, sebagai pasangan atau sudah berkeluarga. Tetapi, hal ini cukup membuat khawatir sang Presiden, Moon Jae In dan pemerintah Korea Selatan.
Dikutip dari Koreaboo, pemerintah Korea Selatan menghadapi isu menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya rumah tangga yang dijalani wanita atau pria single, terutama kalangan yang sudah bekerja. Data statistik menunjukkan bahwa gaya hidup YOLO peminatnya semakin terus meningkat sejak tahun 1990.
Masalah ini pun sudah sampai ke sang Presiden, yang khawatir dengan tren gaya hidup YOLO.
“Gaya hidup honbap (YOLO) seperti ini bukan sekedar hidup sendiri saja, tapi juga memicu diet tidak seimbang,yang bisa menggangu kesehatan anak muda,” ungkap Moon Jae In saat itu.
Kalau gaya hidup YOLO terus meningkat hingga terbentuk sebuah tradisi untuk tetap melajang, bukan tidak mungkin kebiasaan serta gaya hidup masyarakat Korea Selatan akan berubah secara drastis.