INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Indonesia kembali menerima kedatangan generasi muda dari berbagai negara melalui AFS Year Program 2026/2027. Sebanyak 17 pelajar asing dari Italia, Jepang, Spanyol, dan Swiss resmi memulai program pertukaran pelajar dengan tinggal bersama keluarga angkat di Indonesia, bersekolah di sekolah lokal, serta mengenal langsung kehidupan dan keberagaman budaya masyarakat Indonesia selama sepuluh bulan ke depan.
Selama mengikuti program, para peserta akan menetap bersama keluarga angkat di berbagai daerah, mengikuti kegiatan belajar di sekolah setempat, hingga berpartisipasi dalam aktivitas sosial dan budaya bersama masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperdalam pemahaman mereka terhadap Indonesia sekaligus membangun persahabatan lintas budaya yang berlanjut setelah program berakhir.
Sebagai penanda dimulainya program, Bina Antarbudaya menggelar Welcoming Party AFS Year Program 2026/2027 di Hotel Gren Alia Tugu Tani, Jakarta, Selasa (4/8). Acara tersebut menjadi momen penyambutan resmi bagi para pelajar asing sekaligus mempertemukan mereka dengan keluarga angkat, alumni program, relawan, sekolah mitra, serta berbagai pemangku kepentingan yang mendukung penyelenggaraan program pertukaran pelajar di Indonesia.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan, Kedutaan Besar Swiss, The Japan Foundation Jakarta, serta Italian Cultural Institute. Kehadiran para perwakilan diplomatik tersebut mencerminkan dukungan terhadap penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan dan pertukaran budaya, sekaligus menegaskan bahwa diplomasi juga dibangun melalui interaksi langsung antarmasyarakat, khususnya generasi muda.
Bina Antarbudaya menyatakan selama lebih dari 70 tahun telah berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar lintas budaya yang mendorong lahirnya generasi muda yang terbuka, adaptif, dan berwawasan global. Melalui program ini, organisasi tersebut tidak hanya mengirim pelajar Indonesia ke luar negeri, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelajar asing untuk mengenal Indonesia secara langsung melalui kehidupan bersama keluarga angkat dan masyarakat lokal.
Selain menjadi ajang penyambutan, acara tersebut juga menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya dari negara asal para peserta sebagai perkenalan awal sebelum mereka menjalani kehidupan baru di Indonesia.
Salah seorang peserta asal Swiss, Mira Camenisch, mengaku antusias mengikuti program tersebut karena ingin mengenal Indonesia lebih dekat.
"Saya selalu penasaran dengan Indonesia karena keberagaman budayanya yang luar biasa. Saya sangat senang mendapat kesempatan tinggal bersama keluarga angkat Indonesia dan merasakan langsung kehidupan di sini. Saya berharap dapat memperoleh banyak teman baru, berbagi budaya saya, serta membawa pulang kenangan yang tak terlupakan dari pengalaman luar biasa ini," ujar Mira Camenisch.
Program pertukaran ini juga memberikan pengalaman berharga bagi keluarga angkat Indonesia. Melalui interaksi sehari-hari, keluarga angkat tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi para peserta, tetapi juga berperan penting dalam proses pembelajaran lintas budaya yang memperkaya perspektif kedua belah pihak. Interaksi yang terjalin di lingkungan keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun saling pengertian dan persahabatan antarbangsa.
Direktur Eksekutif Bina Antarbudaya, Gatot Nuradi Sam, mengatakan program pertukaran pelajar memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar kegiatan akademik.
"Program pertukaran pelajar bukan sekadar pertukaran tempat belajar, tetapi juga pertukaran nilai, perspektif, dan pengalaman hidup. Ketika seorang pelajar tinggal bersama keluarga Indonesia, belajar di sekolah Indonesia, dan berinteraksi dengan masyarakat Indonesia, di situlah diplomasi yang paling bermakna terjadi. Kami percaya hubungan antarbangsa yang kuat dimulai dari hubungan antarmanusia yang tulus. Karena itu, setiap peserta yang datang ke Indonesia maupun berangkat ke luar negeri merupakan duta persahabatan yang membawa semangat saling memahami dan menghormati perbedaan," kata Gatot Nuradi Sam.