INDUSTRY.co.id - Jakarta, Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) desak pemerintah untuk meningkatkan produksi kakao di Indonesia. Pasalnya, sejak sepulu tahun terakhir produksi kakao Indonesia terus menurun.

Advertisement

"Produksi kakao nasional terus menurun. Berdasarkan catatan AIKI produksi kakao nasional hanya 250 ribu ton di tahun 2017," ujar Ketua AIKI, Sindra Wijaya di Kantor Kadin, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Menurutnya, turunnya produksi kakao nasional disebabkan beberapa faktor. Pertama, semakin tuanya kebun-kebun kakao di Indonesia. Terlebih lagi, selama ini belum revitalisasi kebun-kebun kakao di Indonesia.

Advertisement

Kedua, semakin banyaknya petani kakao yang beralih ke petani sawit karena semakin menurunnya produksi dalam negeri. "Beberapa tahun belakangan ini cukup banyak para petani kakao yang beralih menjadi petani sawit," kata Sindra.

Selanjutnya, ketiga, program gernas yang selama ini jadi andalan pemerintah masih belum berjalan dengan baik. "Selama ini baru terserap 26% dari total area kakao di Indonesia," katanya.

Advertisement

Keempat, semakin minimnya anggaran dari pemerintah khususnya Kementerian Pertanian untuk industri kakao nasional. "Dalam tiga tahun terakhir, Kementan hanya menalokasikan anggaran untuk komoditas pada padi, jagung, dan kedelai (Pajale). Sehingga produk perkebunan anggarannya sudah tidak ada lagi. Inilah yang membuat produksi kakao menurun," ucapnya.

Sindra berharap ada keberpihakan dari pemerintah terhadap industri kakao dalam negeri yang sedang dalam masa-masa sulit. "Keberpihakan pemerintah terhadap kami membuat para pelaku industri kakao semakin optimis untuk menatap masa depan," tutup Sindra.

Advertisement