INDUSTRY.co.id - Jakarta, Setelah hadir dengan Wuling Confero yang menjadi perintang Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia untuk makin mendominasi penguasaan pasar MPV di Tanah Air, Wuling Motors tahun ini kembali akan menghadirkan produk lain yang bisa saja membuat penjualan Toyota Innova seret.

Advertisement

Belum genap lima tahun kehadiran Wuling Motors di Indonesia lewat PT SGMW Motor Indonesia, produk manufaktur asal negeri Tirai Bambu ini makin eksis meramaikan persaingan penguasaan lajur di jalan raya.

Hadir lebih dulu dengan Wuling Confero, yang vis a vis berhadapan dengan Low MPV yang dibesut oleh Toyota dan Daihatsu serta manufatur asal Jepun lainnya, baru-baru ini Wuling Motors menyatakan kesiapannya untuk melansir model terbarunya di pasar Nusantara, masih di segmen mobil penumpang.

Advertisement

Perihal kesiapan Wuling Motors disampaikan oleh Cindy Cai, Vice President of Vehicle, Sales, Service and Marketing (VSSM) Wuling Motors dalam kesempatan bincang-bincang dengan media di Jakarta beberap waktu lalu.

Dikatakan Cindy, produk baru ini bakal diluncurkan di semester awal tahun 2018 ini, kendati ia saat itu belum berkenan memberikan informasi lengkap soal MPV yang bakal dilansir.

Advertisement

Kita sekarang masih dalam proses persiapan, dan kita masih mencari waktu yang tepat untuk memperkenalkan ke teman-teman media," katanya dalam keterangan yang diterima Industry.co.id.

Ia menjelaskan bahwa model baru ini bakal memiliki platform yang berbeda dari Wuling Confero, namun masih akan tetap berada di segmen mobil keluarga, dengan dimensi dan kapasitas mesin yang lebih besar.

Advertisement

"Platform-nya berbeda, produk baru. Sama-sama MPV tapi space-nya lebih besar," imbuhnya.

Sepekan berikutnya, model apa yang bakal dilansir mulai dibuka oleh Wuling Motors. Adalah Wuling Cortez yang akan 'disumpal' dengan mesin 1,5 liter dan 1,8 liter dipastikan bakal dijadikan 'gacoan' Wuling Motors untuk meramaikan persaingan di pasar MPV.

Sebagian kalangan bahkan menilai, tak hanya Innova yang bakal terusik oleh kehadiran Wuling Cortez, namun juga produk lain Toyota seperti Sienta atau MPV keluaran Nissan yakni Grand Livina yang juga memiliki platform mesih 1.8 liter.

Disampaikan Aftersales Director Wuling Motors, Taufik S Arief, disiapkannya Wuling Cortez untuk pasar Indonesia merupakan keputusan yang didasarkan pada hasil studi yang dilakukan perusahaan.

Hasil studi tersebut di antaranya menyimpulkan bahwa mesin dengan kapasitas mesin di bawah Innova paling cocok untuk pasar Indonesia.

"Kami sudah studi dan mencari yang cocok. Diputuskanlah menggunakan mesin ini karena paling pas," ujar Taufik.

Tenaga yang dihasilkan Cortez di 129 daya kuda sejatinya lebih dari cukup untuk pasar domestik, selain pertimbangan dari sisi ekonomis.

Dilansir dari data spesifikasi Wuling Motors, Cortez akan ditopang oleh mesin 1.798 cc, 4-silinder DOHC berbahan bakar bensin. Mesin ini sanggup menghasilkan 129 daya kuda di 5.600 rpm dan torsi 174 nm di putaran 3.600-4.600 rpm.

Di negeri asalnya, Cortez dibekali dengan mesin turbo, khususnya untuk kapasitas mesin 1.500 cc 4-silinder turbo dengan tenaga 147 hp dan torsi 230 Nm.

Menurut Taufik, nantinya Cortez bakal dilengkapi oleh sejumlah fitur yang tak tersedia di para pesaingnya yang sudah hadir di Indonesia.

Ditambah fitur yang banyak dari sisi teknologi, kita yakin 1.800 cc jadi satu paket yang menarik untuk konsumen kita di segmen tersebut," ujarnya.

Berikutnya seperti dilansir vivanews, Wuling Cortez mengusung tipe mesin empat silinder segaris dengan empat katup tiap silindernya.

Mesin berkapasitas 1.800 cc ini sudah dibekali dengan sistem pengabutan injeksi. Transmisinya disebutkan menggunakan teknologi intelligent automated mechanical transmission atau i-AMT yang diproduksi khusus oleh Aisin untuk Cortez.

Fitur yang bakal menjadi andalan Cortez antara lain automatic vehicle holding, berupa fitur hill hold control, yang mampu menahan mobil agar tidak meluncur di tanjakan, saat kaki kanan pindah dari pedal rem ke pedal gas.

Selain itu Cortez juga dilengkapi sistem pengereman anti-lock braking system, electronic brakeforce distribution dan brake assist.

ABS, EBD dan brake assist akan mendukung fitur electronic control stability, yang memungkinkan kestabilan mobil tetap terjaga lewat sistem komputerisasi.

Seperti halnya Confero, Cortez juga disematkan fitur pemantau tekanan angin pada ban, plus kamera dan sensor mundur yang memudahkan pengemudi saat hendak parkir. Jok depan pun sudah dibekali dengan pengaturan secara elektrik.

Nah salah satu fitur yang membuat mobil ini terlihat mewah adalah ketersediaan sun roof di bagian atapnya.
Di Tiongkok sana, Cortez familiar dengan nama Baojun 730.

Baojun 730 memiliki panjang 4.685 mm, lebar 1.785 mm, dan tinggi 1.745 mm. Atau sedikit lebih kecil dibanding Toyota Kijang Innova yang memiliki panjang 4.735 mm, lebar 1.930 mm, dan tinggi 1.795 mm.

Di negeri asalnya, Baojun 730 atau Wuling Cortez juga populer dengan layout tempat duduk 2+2+3, atau  captain seat.

Kursi baris ketiga dapat direbahkan rata untuk memaksimalkan ruang kabin. Saat bermuatan penuh penumpang dan tanpa melipat kursi baris ketiga, bagasi belakang masih sanggup menampung 3 koper besar berukuran 20 inci.

Di Cina, Baojun dilengkapi mesin 1.5L Turbo bertransmisi otomatis dan dijual dengan harga RMB 99.800 atau setara Rp 204 juta (kurs 1 RMB = Rp 2.046).

Pada 2015, Baojun 730 menjadi kendaraan 7 penumpang pertama dengan harga di bawah RMB 100.000 yang menerima bintang 5 untuk uji keselamatan C-NCAP.

Memasuki tahun ini, Wuling Motors pun tak lagi malu-malu untuk membuka pintu pemesanan bagi peminat Cortez. Diungkapkan Cindy Cai baru-baru ini, pihaknya mulai membuka pemesanan dengan beberapa penawaran khusus.

"Kami membuka pemesanan untuk memberikan pengalaman istimewa bagi pelanggan untuk dapat memiliki pilihan baru dari Wuling. Dalam pemesanan khusus ini, kami juga memberikan penawaran ragam khusus," kata Cindy Cai (9/1).

Konsumen yang melakukan pemesanan perdana Cortez sebelum peluncuran resminya akan memperoleh promo khusus berupa aftersales voucher senilai Rp3.000.000 serta perpanjangan masa garansi umum kendaraan menjadi 5 tahun.

Sedikit informasi soal Wuling Motors atau SAIC-GM-Wuling Automobile, perusahaan ini merupakan manufaktur otomotif joint venture antara Shanghai Automotive Industry Corp (SAIC Motor), General Motors, dan Liuzhou Wuling Motors Co Ltd.

Produsen otomotif yang satu ini berbasis di Liuzhou, di wilayah otonomi Guangxi Zhuang di barat daya Tiongkok. Wuling Motors merajai pasar kelas low MPV di Tiongkok pada 2014 lalu, dengan mencatatkan penjualan sebesar 2 juta unit lebih.

SGMW sudah hadir di Indonesia sejak tahun 2015 dengan membangun pabrik mobil dengan kapasitas 120.000 unit per tahun yang pengerjaan fasilitas produksi tersebut dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama dimulai bulan Agustus 2015, dan tahap kedua di mulai Oktober 2015. Pabrik ini mulai beroperasi penuh pada Agustus 2017.

Perusahaan telah menggelontorkan dana investasi sebesar US$ 700 juta untuk membangun fasilitas produksidi atas areal seluas 30 hektare di Cikarang, Jawa Barat, dan disebutkan akan menyerap 300 ribu tenaga kerja, yang sebagian besar diprioritaskan bagi masyarakat sekitar pabrik.

Fasilitas produksi Wuling di Cikarang direncanakan menjadi basis produksi untuk mobil low MPV yang akan dipasarkan di Indonesia.

Tak semata ditujukan bagi pasar domestik, hasil produksi dari kawasan Deltamas ini juga diproyeksikan untuk memenuhi permintaan di pasar Asia Tenggara.

Demi mengimbangi penyebaran dan distribusi kendaraan asal Jepang yang telah menggurita di Indonesia, SGMW Motor Indonesia telah menyiapkan pembukaan dealership yang selain melayani.