INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementrian Perindustrian (Kemenperin) mendukung sepenuhnya pembangunan kawasan industri dirgantara. Hal itu menyusul semakin tingginya industri dan jasa penerbangan di Indonesia.

Advertisement

"Dengan pertumbuhan itu, memberikan potensi sangat besar. Pertama perawatan pesawat. Kemudian mendorong tumbuhnya industri komponen pesawat. Ini sarat dengan teknologi tinggi, high skill dan sebagainya. Jadi perlu memang ada Kawasan Industri Dirgantara," ujar Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan dalam acara Diskusi Awal Tahun yang diselenggarakan Himpunan Kawasan Industri (HKI) di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Ia mengatakan, pembangunan kawasan industri harus didukung oleh semua stakeholder. Kemenperin juga akan mendukung dan memfasilitasi hal itu.

Advertisement

"Supaya pertumbuhan yang tinggi memberikan manfaat dari sekitar Rp7 triliun dari bisnis penerbangan, yang dinikmati mungkin Rp1 triliun. Selebihnya keluar negeri. Misal, setiap tiket, hanya seperempat yang masuk. Begitu juga di perawatan pesawat hanya 30 persen," jelas Putu.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, saat ini Indonesia belum punya lokasi kawasan dirgantara untuk menampung komponen ini. Sedangkan untuk komponen otomotif sudah ada, seperti di Cikampek. Komponen elektronik di Batam.

Advertisement

"Kita harus segera mempunyai kawasan Industri Dirgantara. Itu bisa di Batam, Bintan, Kertajati atau Papua. Kalau itu bisa dibangun, kita bisa menikmati sentenghnya saja dari industri penerbangan, semisal perawatan pesawat sudah bagus," katanya.

Menurutnya, pertumbuhan bisnis perawatan pesawat sebesar sembilan persen. Saat ini, investor mau masuk kemana agak kesulitan sebab belum ada kawasan industrinya.

Advertisement

"Kalau membangun dari awal, investasinya jadi besar. Beda kalau sudah ada kawasan industrinya," tutur Putu.