INDUSTRY.co.id - Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  diperkirakan  akan bergerak kembali melemah menguji support dengan range 6500-6588.

Advertisement

"Secara teknikal IHSG mengkonfirmasi pola candlestick northern star dengan pelemahan break out MA20 dan menuji level FR 38.2% di 6500. Indikator Stochastic berpola dead-cross tepat meninggalkan area overbought yang indikator RSI memberikan signal bearish reversal momentum," ujar Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

IHSG kemarin, (-1.57%) ditutup melemah 105.13 poin dilevel 6575.49 dengan sektor aneka industri (-2.38%) dan Infastruktur (-2.25%) menjadi penekan IHSG hingga akhir sesi perdagangan. saham ASII (-2.60%) dan SOCI (-5.44%) terhempas mengalami koreksi. Investor asing tercatat net sell cukup tinggi dilevel 1.19 Triliun rupiah dengan saham TLKM, BBRI dan BMRI menjadi top value net sell investor asing.

Advertisement

Ekuitas di Eropa pun dibuka terkoreksi diawal sesi perdagangan. Indeks Eurostoxx (-0.42%), FTSE (-0.49%) dan DAX (-0.28%) dibuka turun. Data GDP YoY di Eropa flat dibawah ekspektasi begitu juga data indeks tingkat kepercayaan industri. Kecemasan merayap ke pasar ekuitas karena lonjakan suku bunga pada obligasi pemerintah menguji kepercayaan pada saham dengan valuasi tinggi.

 Mayoritas indeks saham di Asia ditutup tertekan. Nikkei (-1.43%), TOPIX (-1.19%), Hangseng (-1.09%), Shanghai (-1.07%) dan KOSPI (-1.17%) ditutup tertekan aksi jual. Investor seakan mengambil keuntungan setelah mengalami january effect yang sangat signifikan.

Advertisement

 

Advertisement