INDUSTRY.co.id - Jakarta - Tahun 2017 baru saja dilalui dengan berbagai situasi yang cukup dinamis, baik di dunia maupun di Indonesia. Tahun ini, diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan semakin membaik.

Advertisement

Hal itu didukung dengan membaiknya perdagangan global dan pelonggaran kebijakan fiskal Amerika Serikat. Ditambah lagi adanya perkembangan teknologi dan digital yang pesat, yang mendukung aktivitas perekonomian.

Di era ekonomi digital, Head of Wealth Management and Retail Digital Bussines Bank Commonwealth, Ivan Jaya kepada INDUSTRY.co.id Selasa (10/1/2017) menyatakan, “Dalam merespon kebutuhan investasi nasabah, Bank Commonwealth berkomitmen mendamping para nasabah dalam meningkatkan kesejahteraan finansialnya. “

Advertisement

Bank Commenwealth berinovasi melalui perbankan digital, salah satunya dengan Dynamic Model Portofolio yang  merupakan sebuah konsep investasi yang tidak hanya fokus pada perpaduan kelas aset berdasarkan profil risiko nasabah, namun juga berdasarkan risiko pasar.

Saat ini Indonesia memiliki bonus demografi jumlah masyarakat berusia muda (generasi millenial) dengan rentang usia 12-40 tahun yang sangat mendominasi, mencapai 34% dari total populasi Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Hal itu membuat Bank Commonwealth mengajak generasi millenial untuk berinvestasi.

Advertisement

Untuk memulai berinvestasi, para millenial dapat melalui Autoinvest. Dengan hadirnya perbankan digital, tentunya memberi kemudahan layanan dan komunikasi yang didukung dengan teknologi dan digital untuk generasi millenial.

“Para millenial juga dapat membuka rekening Bank Commonwealth melalui Tyme Digital. Tyme Digital merupakan pelopor perbankan digital yang memungkinkan calon Nasabah untuk membuka rekening bank dalam waktu 10 menit saja tanpa harus datang ke Kantor Cabang, termasuk aktivasi kartu ATM, internet banking dan mobile banking,” jelas Ivan Jaya lebih lanjut.

Advertisement