INDUSTRY.co.id - Jakarta-Tahun depan imbal hasil obligasi akan rendah seiring Indonesia memperoleh investmen grade, inflasi rendah dan suku bunga stabil.

Advertisement

(Pefindo) memperkirakan imbal hasil atau yield surat utang negara (SUN) akan turun 50-70 basis points (Bps) tahun depan. Itu seiring lonjakan peringkat Long Term Foreign dan Local Currency Issuer default rating Indonesia  menjadi BBB dari sebelumnya BBB-. Di mana, lembaga pemeringkat international Fitch Rating mendongkrak peringkat utang indonesia itu dengan outlook stabil.

Analis Pefindo, Ahmad Nasrudin menyebut efek peningakatan peringkat itu tidak sebesar dibanding lembaga pemeringkat internasional lain Moody’s dan Standard and Poor’s (S&P). “Paling tidak akan ada penurunan imbal hasil SUN sebesar 50-70 bps,” tutur  Ahmad, di Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Advertisement

Yield SUN merupakan acauan kupon penerbitan obligasi korporasi. Dengan begitu, akan berdampak pada penurunan kupon penerbitan obligasi tahun depan. “Kupon obligasi akan terkoreksi 200 bps,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pefindo, Salyadi Saputra menambahkan peringkat itu tidak serta merta memberi dampak signifikan terhadap yield SUN. Sebab, penurunan itu tergantung dari persepsi investor surat utang terhadap lembaga pemberi peringkat. “Kami tahu Ficth rating tidak sebesar Moody’s dan S&P,” ucap Salyadi.

Advertisement

 

Advertisement