INDUSTRY co.id -Jakarta - Data pertumbuhan ekonomi nasional menunjukan, kontribusi sektor industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami penurunan dibandingkan era 90-an hingga awal tahun 2000. Terpaan dua kali krisis masih terasa dampaknya hingga kini.
Bertolak dari fakta tersebut, Ketua Umum Kadin lndonesia Rosan P Roeslani memandang ada dua persoalan mendasar yang membutuhkan solusi yang tepat dan terarah. Pertama seputar kedalaman struktur industri dan ekonomi nasional. Sedangkan persoalan kedua adalah menciptakan iklim pembangunan industri yang berkelanjutan.
"Industri adalah pondasi bagi pembangunan ekonomi nasional secara menyeluruh. Maka perbaikan struktur ekonomi Indonesia tidak bisa lepas dari upaya memperbaiki struktur industri guna menempatkan sektor industri sebagai motor perekonomian,” jelas Rosan Roslani saat membuka rangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bidang Industri dengan tema: Membangun Industri Berkelanjutan, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (27/11/2017).
Rosan mengatakan, hingga triwulan III/2017 sektor jasa masih menjadi andalan utama perambahan ekonomi. Padahal, sektor jasa memiliki daya serap tenaga kerja yang rendah plus memiliki karakteristik lebih berorientasi pada urban area serta kawasan penopang. Faktor tersebut berbeda dengan karakter industri manufaktur yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi serta dapat dibangun di mana saja sesuai potensi daerah.
"ltu artinya industri lebih memiliki potensi bersumbangsih bagi pemerataan pembangunan, menggerakkan ekonomi masyarakat hingga menggenjot ekonomi nasional," tandas Rosan.
Mengandalkan sektor jasa sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, menurut Rosan, menunjukan bahwa kedalaman struktur ekonomi nasional masih menyisakan kerentanan terhadap krisis. Idealnya, industri manufaktur menjadi sektor andalan, dengan ditunjang oleh sektor jasa, pertanian, dan investasi. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan ekonomi perlu menyatukan pandangan dan upaya untuk mengembalikan sektor industri sebagai motor pembangunan.
“Membangun industri nasional harus mempunyai modal dasar yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, telorologi, inovasi dan kreativitas. Menjadi penting bagaimana seharusnya modal dasar itu dipikirkan ketersediaannya, terkoordinasi serta keberlanjutannya,” kata Rosan.