Semen Baturaja Targetkan Pendapatan Naik 40 Persen

Oleh : Herry Barus | Kamis, 23 November 2017 - 14:30 WIB

Menperin Airlangga Hartarto bersama Dirut PT Semen Baturaja Rahmad Pribadi (Foto Ridwan)
Menperin Airlangga Hartarto bersama Dirut PT Semen Baturaja Rahmad Pribadi (Foto Ridwan)

INDUSTRY.co.id - Bengkulu- Semen Baturaja menargetkan pendapatan tahun 2018 di atas 40 persen dibandingkan dengan yang didapat pada 2017.

"Kami optimistis tahun depan pendapatan bisa di atas 40 persen, karena mulai banyak efisiensi yang sudah dilakukan," kata Direktur Utama Semen Baturaja Rahmat Pribadi usai menghadiri Rapat Koordinasi Kementerian BUMN di Bengkulu, Rabu (23/11/2017)

Sementara itu, hingga kuartal tiga 2017, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) membukukan pendapatan sebesar Rp999,6 miliar hingga akhir September 2017 atau turun 4,2 persen dibanding tahun 2016. Sedangkan laba perusahan dengan kode emiten SMBR ini tercatat sebesar Rp107,5 miliar atau turun 38,5 persen persen dibanding tahun lalu.

Menurutnya turunnya laba tersebut terjadi karena beroperasinya pabrik kedua milik Semen Baturaja yang belum bisa dibukukan pada tahun ini.

Pendapatan SMBR saat ini terjadi penurunan sekitar 4,2 persen dibanding tahun sebelumnya karena selama Juli-Agustus 2017 terdapat semen dari Pabrik Baturaja II dijual tidak bisa diakui sebagai "revenue" karena masih dalam status trial serta menjadi "negative cost" pabrik baru tersebut.

Namun kata dia, sejak 1 September 2017 Pabrik Baturaja II sudah komersil dan penjualannya mulai dibukukan sebagai revenue.

"Jika diakumulasi, seharusnya pendapatan kami di 2017 ini masih naik sekitar 2,75 persen lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan industri yaitu hanya 1,5 persen," tuturnya kepada awak media.

Dia mengemukakan, SMBR membukukan laba bersih pada 2017 sebesar Rp107,5 miliar atau turun 38,5 persen dibanding tahun lalu yang disebabkan adanya penurunan pendapatan lain-lain dan beban bunga.

Dengan selesainya pembangunan Pabrik Baturaja II, lanjut dia, otomatis pendapatan lain-lain yang selama ini didapat oleh perusahaan menjadi berkurang dan juga ada beban bunga dari Kredit Investasi menyebabkan laba bersih terkoreksi namun itu masih lebih baik dibandingkan kinerja industrinya yang turun sebesar 62 persen.

Seperti diketahui, Pabrik Baturaja II telah dinyatakan komersil pada 1 September 2017 dan telah memberikan tambahan kapasitas produksi sebesar 1,85 juta ton pertahun sehingga total produksinya untuk dua pabrik tersebut dalam satu tahun mencapai 3,85 juta ton semen.

"Pabrik Baturaja II ini akan menjadi pabrik semen dengan masa pembangunan paling cepat di Indonesia, yaitu dalam kurun waktu pengerjaan selama 26 bulan," jelasnya.

Pabrik SMBR ini juga kata dia, membukukan penjualan semen per September 2017 sebesar 180.015 ton atau tumbuh 11 persen sedangkan secara kumulatif penjualan hingga periode tersebut sebanyak 1.165.116 ton atau tumbuh sebesar empat persen dbanding tahun lalu.

"Kenaikan volume penjualan menjaga profitabilitas SMBR yang masih relatif stabil," imbuhnya.

Menurut Rahmad Pribadi, Kehadiran Pabrik Baturaja II menjadi pembeda SMBR dibanding pemain besar lain karena dengan keunggulan teknologi pabrik baru bisa maintain COGS/ton sehingga laba kotor masih bertahan sebesar Rp331,6 miliar, nisbi sama seperti tahun lalu.

"Dan juga jauh lebih baik dari kinerja laba kotor industri yang mengalami koreksi sebesar 21 persen. Harga jual setiap ton semen masih terjaga hanya turun satu persen dibanding industri lain yang turun 8-10 persen," ujarnya.

Hal tersebut disebabkan posisi strategis SMBR sebagai satu-satunya produsen semen yang memiliki pabrik di Sumatera Bagian Selatan disebut sebagai keunggulan kompetitif dibanding pemain lain.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

KPBS Pengalengan

Selasa, 14 Juli 2020 - 21:10 WIB

Tetap Bertaji Kala Pandemi, Ternyata Ini Strategi KPBS Pengalengan

Sejak mewabahnya penyebaran virus corona, banyak usaha yang gulung tikar sehingga jutaan orang terancam kehilangan pekerjaan. Perusahaan yang masih bertahan pun terpaksa melakukan efisiensi…

Presiden Jokowi (ist)

Selasa, 14 Juli 2020 - 20:36 WIB

Siap Pangkas 18 Lembaga, Jokowi Yakin 'Kapal' Bakal Bergerak Lebih Cepat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa saat ini sedang dilakukan persiapan untuk merampingkan 18 organisasi atau lembaga.

Wisatawan menikmati Tanjung Lesung (foto Heriyanto/industry.co.id)

Selasa, 14 Juli 2020 - 20:16 WIB

Selain Tiket Wisata Harus Murah, Komisi X: Pejabat Pemerintah Harus Turun Duluan ke Destinasi Wisata untuk Memastikan Keamanan Wisatawan

Anggota Komisi X DPR RI Sakinah Aljufri mengatakan bahwa untuk membangkitkan kembali minat wisatawan domestik mengunjungi destinasi wisata Tanah Air, perlu dilakukan promosi berupa tiket wisata…

Politisi PDIP Rahmad Handoyo Ajak Masyarakat Gotong-Royong Selamatkan BPJS Kesehatan

Selasa, 14 Juli 2020 - 19:40 WIB

PDIP Ingatkan Pemerintah: Hati-hati! Ditengah Pandemi Ini, Banyak Orang dan Perusahaan Jahat, Mereka Hanya Ingin Mengeruk Untung

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak dalam permainan perusahaan pemburu rente dalam upaya pengadaan dan produksi vaksin Covid-19, yang hanya ingin…

Ilustrasi Indonesia Eximbank. (Foto: Ist)

Selasa, 14 Juli 2020 - 19:15 WIB

Halo Bank Exim! Komisi XI: Pak James Rompas, Jangan Cuma Urus Debitur Besar, Pembiayaan Ekspor Pengusaha UMKM di Perbanyak

Anggota Komisi XI DPR RI Rudi Hartono Bangun mengimbau kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank (Bank Exim), untuk tidak hanya menaruh prioritas pembiayaannya…