Kioson Raih Penghargaan The Most Distruptive Startup of The Year di Wild Digital Conference 2017

Oleh : Hariyanto | Senin, 20 November 2017 - 14:41 WIB

Kioson Raih Penghargaan The Most Distruptive Startup of The Year
Kioson Raih Penghargaan The Most Distruptive Startup of The Year

INDUSTRY co.id -Jakarta - Setelah berhasil melakukan penawaran publik perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia pada awal Oktober lalu, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) berhasil meraih penghargaan “The Most Distruptive Startup Of The Year” dalam ajang konferensi internasional Wild Digital 2017 di Westin Hotel, Jakarta pada 16 November 2017. 

Penghargaan diberikan oleh Shinta Witoyo Dhanuwardoyo, CEO dan Founder Bubu yang merupakan salah satu tim penilai untuk penghargaan ini. Kioson merupakan perusahaan Indonesia pertama yang meraih penghargaan dalam konferensi internasional tahunan yang digelar Cathca Group ini. Kioson berhasil memenangi penghargaan dari empat perusahaan lainnya yakni Rework, Vena, Pundi-Pundi dan Kata.ai. 

“ Hal ini menjadi motivasi kami untuk terus memegang komitmen sebagai penjembatan antara underserved market dengan layanan digital dan terus berusaha merangkul masyarakat Indonesia melalui teknologi,” ungkap Direktur Utama PT Kioson Komersial Indonesia Tbk, Jasin Halim.

Konferensi internasional Wild Digital merupakan wadah pertemuan bagi seluruh pelaku industri teknologi seluruh dunia dan tahun 2017 menjadi tahun pertama konferensi ini diselenggarakan di Indonesia. Penghargaan ini diberikan pada perusahaan teknologi yang memiliki model bisnis yang inovatif dan mampu membuktikan perkembangan yang luar biasa. 

Sebelumnya, konferensi yang digelar sejak tahun 2015 ini telah diselenggarakan Catcha Group di Australia, Malaysia dan Thailand dan menganugerahi penghargaan pada perusahaan teknologi inovatif di negara-negara tersebut.

Sebagaimana dituliskan dalam website Wild Digital, para nominasi yang diundang merupakan perusahaan-perusahaan startup yang memiliki inovasi terbaru serta berani dengan pemikiran out of the box. Dari situ kemudian juga dilakukan penilaian oleh tim penilai dimana mereka juga melihat perkembangan yang berhasil dicapai oleh perusahaan dalam segi bisnis.

Kioson dapat tergolong perusahaan out of the box karena justru mengembangkan e-commerce di underserved market melalui strategi online-to-offline. Strategi ini sesuai dengan hasil survei indikator TIK 2015 dari Kementerian Informasi dan Komunikasi Republik Indonesia, bahwa dari total pengguna internet sebanyak 93,4 juta orang, baru sekitar 8,7 juta orang yang aktif sebagai online shopper.

 Selain itu, jumlah pengguna internet di kota-kota lapis kedua (rural area) baru mencapai 17,3%. Karenanya, pasar di kota lapis kedua justru sangat besar, walaupun tantangan edukasinya pun sangat tinggi.

“Dari 70% masyarakat kota lapis kedua, sebanyak 40%nya adalah pengguna internet dan sisanya masih terbiasa dengan pola konvensional. Tidak hanya itu, mereka juga masih mengalami masalah infrastruktur, penggunaan uang tunai, pendidikan yang kurang memadai dan rasa kepercayaan terhadap hal baru,” ucap Jasin Halim.

 “Inilah yang Kioson coba gali lebih dalam dan mencoba memperkenalkan mereka ke dunia digital dengan memanfaatkan usaha mikro melalui teknologi.” tambahnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Taj Mahal, India (Dennis Jarvis/Flickr)

Senin, 17 Mei 2021 - 16:30 WIB

Taj Mahal Perpanjang Masa Penutupan Wisata Hingga Akhir Mei 2021

Lonjakan kasus harian Covid-19 di India semakin hari kian memburuk. Hal ini mengakibatkan rumah sakit penuh serta alat kesehatan yang dibutuhkan untuk pengobatan pasien pun menjadi terbatas.…

Daging sapi di sebuah pasar becek

Senin, 17 Mei 2021 - 16:09 WIB

Kementan Pastikan Stok Komoditas Hewani Aman Pasca Lebaran

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menyampaikan stok ketersediaan daging komoditas hewani khususnya ruminansia masih tersedia…

Ekspansi Lucy in The Sky

Senin, 17 Mei 2021 - 16:01 WIB

Raih Dana IPO Sebesar Rp33,7 Miliar, Lucy in The Sky Tancap Gas Lakukan Ekspansi dan Pengembangan Bisnis

PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. sebagai pemilik dan pengelola Lucy in The Sky telah resmi melantai di bursa saham pada 5 Mei 2021 lalu. Melalui Initial Public Offering (IPO), perseroan berhasil menghimpun…

Replika Kapal Titanic di Cina (Ist)

Senin, 17 Mei 2021 - 15:30 WIB

Cina Bangun Replika Kapal Titanic Untuk Tempat Wisata

Kapal pesiar mewah nan ikonik Titanic yang diabadikan melalui film layar lebar pada 1997 ini akan dibangun replikanya di Cina. Salah satu tujuan pembangunan ini adalah sebagai daya tarik wistawan…

Pembangunan Bendungan Ameroro

Senin, 17 Mei 2021 - 15:27 WIB

Pemerintah Siapkan Dana Sebesar Rp 1,48 Triliun Bangun Bendungan Ameroro Berkapasitas 43,44 Juta m3 di Sultra

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan Bendungan Ameroro di Desa Tamesandi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang juga masuk dalam daftar…