INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pada perdagangan Jumat (27/10/2017) diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak kembali melemah diakhir pekan dengan range pergerakan 5970-6000.
Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas menyodorkan saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya BKSL, BWPT, KLBF, SMRA, TLKM, SMBR, TINS.
“IHSG secara teknikal pulled back pada upper bollinger band dengan membentuk pola bearish harami yang berindikasi reversal menguji support MA5 dan MA20. Indikator Stochstic bergerak jenuh berpotensi besar dead-cross dengan Indikator RSI yang reversal momentum pada area overbought,” kata dia di Jakarta, Jumat (27/10/2017).
Kemarin, IHSG (-0.49%) ditutup melemah 29.59 poin dilevel 5995.85 dengan sektor pertambangan (-1.93%) memimpin pelemahan dan terkoreksi indeks property konstruksi (-0.87%) setelah bergerak optimis pada perdagangan sebelumnya. Indeks infrastruktur (+0.41%) menahan pelemahan dengan saham GIAA (+1.76%), TLKM (+1.71%) dan JSMR (+1.18%) memimpin penguatan. Aksi jual investor asing kembali terlihat pada posisi net sell 262.45 Miliar rupiah.
Mayoritas indeks saham di Eropa dibuka mencoba menguat, Indeks Eurostoxx (-0.04%), FTSE (+0.34%), DAX (+0.27%) dan CAC (+0.30%) cenderung optimis diawal sesi perdagangan. Investor menanti kebijakan dari ECB dimana diperkirakan akan mengumumkan pengurangan stimulus moneter setelah data ekonomi menunjukan perbaikan yang cukup signifikan.
Indeks saham di Asia terkonsolidasi dimana Indeks Nikkei (+0.15%), TOPIX (+0.14%), Hang Seng (-0.36%), Shanghai (+0.42%) dan KOSPI (-0.48%) ditutup bervariasi setelah mengalami awal pekan yang optimis diakhir bulan Oktober. Ekspektasi pertumbuhan ekonomi sebagian negara Asia yang cukup baik menjadi katalis utama.