INDUSTRY.co.id - Jakarta- Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menilai Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus bersinergi sehingga menumbuhkan efek gentar dalam upaya memberantas korupsi.

Advertisement

"Melahirkan efek gentar relatif mudah karena jaringan Densus Tipikor terbentang dari Mabes Polri hingga ke semua daerah dan desa,"Bambang di Jakarta, Rabu (11/10/2017)

Menurut dia, tidak hanya faktor bentangan jaringan, kesiapsiagaan satuan Densus Tipikor di semua daerah dalam mengintai atau mengendus pengelolaan dan pemanfaatan anggaran pun diyakini bisa menimbulkan efek gentar itu.

Advertisement

Dia mengatakan efek gentar dari kehadiran Densus Tipikor Mabes Polri sangat diperlukan bahkan harus ditumbuhkan namun hal itu perlu dikelola sedemikian rupa agar tidak menimbulkan rasa takut berlebihan dari satuan kerja atau pengguna anggaran.

"Kasus pengendapan dana milik pemerintah daerah di bank-bank umum yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini patut digarisbawahi oleh Mabes Polri," ujarnya kepada awak media

Advertisement

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan salah satu alasan yang dikemukakan adalah rasa takut dikriminalisasi oleh penegak hukum, fenomena ini sangat memprihatinkan karena total dana pemerintah daerah yang diendapkan itu mencapai ratusan triliun rupiah.

Dia menilai dalam mempersiapkan kehadiran Densus Tipikor, Mabes Polri harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya pengendapan dana daerah sejak dini.

Advertisement

"Sebab, bisa saja dengan alasan takut dikriminalisasi oleh personil Densus Tipikor yang tersebar di semua daerah dan desa, pengguna anggaran menunda-nunda pemanfaatan anggaran, lalu menyimpannya di bank-bank umum," katanya.