INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pengamat militer dan intelijen Dr Susaningtyas Kertopati berpendapat menginjak usia yang ke-72, TNI harus melakukan pembenahan dalam pengadaan alutsista.
Seharusnya, lanjut Nuning, sapaan Susaningtyas Kertopati, sudah harus tercapai, di antaranya, pengadaan pesawat tempur TNI AU, kapal selam TNI AL, dan rudal taktis TNI AD.
Menurut dia, tersendatnya pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) ini harus segera mendapat perhatian Kementerian Pertahanan agar program pembangunan alut sista TNI dapat diwujudkan sesuai renstra.
"Membangun dan memperkuat TNI tidak boleh terhambat mengingat hakekat ancaman yang semakin nyata di depan kita. Dua spot yang menjadi perhatian kita terutama di wilayah Natuna dan perbatasan dengan Filipina tidak boleh diabaikan," tutur politikus Partai Hanura ini.
Tuntutan terhadap profesionalitas TNI menuntut pemerintah untuk memenuhi kebutuhan asasi TNI. Pemerintah harus melengkapi TNI dengan peralatan tempur modern agar seimbang dengan kompetensi prajurit TNI.
Menurut dia, pemerintah dapat memenuhi kebutuhan fasilitas dan sarana-prasarana untuk menyelenggarakan pendidikan dan latihan. Pemerintah dapat menyediakan alokasi anggaran sesuai "Benefit-Cost Analysis" antara tugas TNI dan dukungan logistiknya.
"Pada intinya, jangan sampai tuntutan terhadap kompetensi prajurit TNI tidak seimbang risiko yang dihadapi di medan tugas," ucap Nuning seraya mencontohkan tunjangan kinerja TNI seharusnya mendapat alokasi yang paling tinggi karena adanya risiko kematian.
Risiko kematian prajurit militer lazim digunakan dalam perhitungan gaji atau tunjangan lain, demikian Susaningtyas Kertopati. (Ant)