INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Angkasa Pura (AP) II menawarkan dua paket investasi pengembangan Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, senilai Rp11 triliun yang terdiri atas dua paket masing-masing Rp7 triliun dan Rp4 triliun.
"Melalui paket investasi ini, investor dapat memiliki saham maksimal 49 persen di perusahaan yang akan berperan sebagai pengelola Bandara Internasional Kualanamu," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam siaran pers, Minggu (1/10/2017)
Menurut Muhammad Awaluddin, sisa saham atau pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut masih dimiliki oleh AP II.
Dirut AP II memaparkan, investasi Paket I mencakup pengembangan runway sehingga bandara dapat melayani penerbangan pesawat berbadan lebar Airbus 380-800, lalu perluasan area kargo menjadi 24.715 meter persegi dari saat ini 13.450 meter persegi.
Kemudian, lanjutnya, terminal penumpang menjadi 224.256 meter persegi atau saat ini berkapasitas 9 juta penumpang per tahun menjadi 17 juta penumpang per tahun.
Paket I ini merupakan bagian dari tahapan pengembangan bandara dari keseluruhan 3 tahap yang direncanakan. Ditargetkan, pengembangan Paket I dapat dimulai pada 2018.
Disamping investasi Paket I tersebut, AP II juga menawarkan investasi Paket II senilai Rp4 triliun untuk pengelolaan lahan sekitar 200 hektare guna pengembangan area komersial yang berada di luar terminal penumpang.
Area komersial dibangun berkonsep "airport city", di mana terdapat hotel bintang 3, 4, dan 5, kemudian hipermarket, gedung perkantoran, hingga rumah sakit dan bioskop.